Presentasi Pemerintah AS Viral Usai Salah Total Tampilkan Peta Afrika

July 2026 ยท 2 minute read

Liputan6.com, Brasilia - Sebuah presentasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di konferensi global AIDS 2026 di Rio de Janeiro, Brasil, memicu perhatian setelah menampilkan peta Afrika yang salah memberi label pada seluruh negara di benua tersebut.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (31/7/2026), kesalahan itu terjadi dalam presentasi mengenai perjanjian kesehatan terbaru Departemen Luar Negeri AS. Sejumlah peserta konferensi mengabadikan tampilan peta tersebut melalui tangkapan layar dan membagikannya di media sosial.

Reuters, yang meninjau rekaman presentasi, menyebut peta bermasalah itu muncul di tengah pemaparan materi.

Hasil analisis Reuters menemukan bahwa gambar peta tersebut memiliki tanda air kecerdasan buatan (AI) yang menunjukkan peta itu dibuat menggunakan perangkat OpenAI. Perusahaan tersebut menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS mengakui kesalahan tersebut dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebingungan yang ditimbulkan.

Menurut pihak kementerian, peta itu dibuat oleh salah satu anggota tim yang terburu-buru mengubah materi presentasi sesaat sebelum acara dimulai.

Kesalahan pada peta tersebut cukup mencolok. Nigeria, yang saat ini menjadi lokasi penempatan ratusan personel militer AS, digambarkan sebagai negara yang terletak di tengah Gurun Sahara dan tidak memiliki garis pantai.

Mozambik, yang sebenarnya berada di Afrika bagian tenggara, dipindahkan ke kawasan Tanduk Afrika. Sementara Pantai Gading di Afrika Barat justru ditempatkan di sisi lain benua.

Tangkapan layar peta tersebut pertama kali muncul dalam unggahan di platform Substack milik pakar AIDS Emily Bass. Gambar itu kemudian menyebar luas di LinkedIn, dengan salah satu unggahan mencatat sekitar 40.000 kali tayang.

"Siapa pun yang membuat dan menyetujui slide ini tidak mengetahui letak negara-negara di Afrika dan tidak peduli untuk memeriksa kembali hasil pekerjaannya," tulis Matt Petit, peneliti bidang kecerdasan buatan dan geopolitik di Atlantic Council.