Premi Asuransi Jiwa dari Pembayaran Secara Tunggal Tumbuh 26,3% pada Semester I-2026

September 2026 · 2 minute read

ILUSTRASI. Total klaim industri asuransi jiwa mencapai Rp 75,57 triliun yang diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat selama semester I-2026 (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan pembayaran premi secara tunggal di industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan signifikan pada Semester I-2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengungkapkan pendapatan premi industri yang diperoleh dari pembayaran premi secara tunggal mencapai Rp 40,76 triliun pada semester I-2026. Nilainya tumbuh 26,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Artinya, ketertarikan nasabah atau masyarakat terhadap produk single premium itu cukup tinggi," ungkapnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Baca Juga: Strategi Bank Digital Salurkan Kredit 2026, Fintech Jadi Mesin Pertumbuhan

Adapun pendapatan premi yang didapatkan dari pembayaran secara tunggal memakan porsi 43,02% terhadap total premi industri yang sebesar Rp 94,75 triliun pada semester I-2026. 

Sementara itu, Albertus menyampaikan pendapatan premi yang diperoleh dari pembayaran premi secara reguler atau berkala mencapai Rp 53,99 triliun. Nilainya terkontraksi 2,4%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun angka tersebut berkontribusi sebesar 56,98% terhadap total premi industri.

Berdasarkan data tersebut, Albertus menjelaskan pertumbuhan pendapatan premi industri pada semester I-2026 banyak ditopang pembayaran premi tunggal. 

"Perkembangan itu menunjukkan adanya kebutuhan terhadap fleksibilitas. Sebab, premi tunggal lebih fleksibel bagi nasabah jika suatu saat butuh mengambil dana tersebut. Namun, pada saat yang sama, keberlanjutan pelindungan melalui premi reguler tentunya tetap perlu menjadi perhatian," ucapnya.

Asal tahu saja, AAJI mencatat, total klaim industri asuransi jiwa mencapai Rp 75,57 triliun pada semester I-2026. Adapun total klaim tersebut diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag