Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:30 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dapat direalisasikan dalam waktu dua tahun. Target ambisius tersebut disampaikan langsung kepada tiga menteri yang dimintanya segera mengeksekusi program tersebut.
Baca Juga
Ketiga menteri yang mendapat tantangan dari Presiden Prabowo ialah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo menyampaikan arahan tersebut saat berbicara mengenai upaya Indonesia mempercepat transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Menurutnya, komitmen Indonesia di sektor energi bersih kini mulai mendapat perhatian dunia internasional.
Baca Juga
"Kita dibicarakan di dunia, kenapa? Kita leading dalam apa? Dalam mengurangi emisi karbon. Mereka tahu kita punya program B50 tadi. Berapa emisi kita hemat? 44 juta ton CO2 ekuivalen. Kita juga sudah diketahui oleh tim dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt tahun ini," ujar Prabowo di Karawang, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.
Tantang Tiga Menteri Wujudkan PLTS 100 GW
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo secara langsung meminta komitmen tiga menterinya untuk merealisasikan pembangunan PLTS 100 GW sesuai target yang telah ditetapkan.
Ia menyebut pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut harus dapat diselesaikan dalam kurun waktu dua tahun.
"100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko bisa? Bisa. Menteri ESDM, bisa? Aku tidak tanya 'laksanakan', bisa nggak? Iya, bisa lah ya," kata Prabowo sambil menunjuk para menteri yang hadir.
Pernyataan tersebut menegaskan dorongan Presiden agar kementerian terkait segera bergerak dalam merealisasikan salah satu proyek energi terbarukan terbesar yang direncanakan pemerintah.
Prabowo juga menyebut PT PLN (Persero) akan memulai pembangunan PLTS dengan kapasitas 17 GW pada tahun ini sebagai tahap awal menuju target 100 GW.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo Prediksi Program Akan Diragukan
Meski optimistis target tersebut dapat dicapai, Prabowo mengakui pemerintah kemungkinan akan menghadapi berbagai kritik dari sejumlah pihak.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, tidak sedikit kalangan yang akan meragukan kemampuan Indonesia untuk merealisasikan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW dalam waktu singkat.