Prabowo minta kampus menyiapkan SDM dan riset dukung B60 hingga etanol

July 2026 · 2 minute read

Prabowo minta kampus menyiapkan SDM dan riset dukung B60 hingga etanol

Kamis, 23 Juli 2026 20:03 WIB

Image Print

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan riset untuk mendukung pengembangan biodiesel B50, B60, serta etanol sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

"Kita juga diminta memastikan SDM- SDM kita, riset-riset kita untuk B50, 60 dan selanjutnya kita diminta mendukung secara penuh SDM, termasuk juga etanol, sehingga ketahanan energi ini sangat krusial," kata Brian seusai pertemuan.

Dia mengatakan penguatan ketahanan energi menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat, seiring perlunya mengantisipasi kemungkinan gejolak global yang dapat memengaruhi sektor energi.

Selain membahas ketahanan energi, kata dia, rapat terbatas tersebut juga membahas pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta sejumlah isu lainnya.

"Tadi kita diskusi banyak tentang koperasi kemudian juga hal-hal lainnya bagaimana kampus harus didorong harus disiapkan untuk terkait dengan kemungkinan gejolak global," kata Brian.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah mengantisipasi dampak perang yang berkepanjangan di Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional, termasuk melalui diversifikasi energi dan penerapan biodiesel B50.

"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak," kata AHY seusai pertemuan.

Menurutnya, pemerintah melakukan evaluasi sekaligus memprediksi perkembangan situasi global, termasuk mengantisipasi apabila konflik di Timur Tengah berlangsung lebih lama dan berdampak terhadap pasokan energi dunia serta harga minyak.

Dia mengatakan pemerintah perlu memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi, termasuk dengan mengadopsi program biodiesel B50.

Selain sektor energi, pemerintah juga berharap perkembangan situasi global tidak memengaruhi fokus pembangunan di sektor pangan.

"Termasuk tentunya kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan," katanya.

AHY menambahkan kementeriannya akan mendukung berbagai prioritas pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas.

"Dan tentunya kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara juga dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas," ucap dia.

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026