Prabowo katakan berbagai moda transportasi akan beralih ke listrik

July 2026 ยท 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai moda transportasi di Indonesia pada masa mendatang akan beralih menggunakan tenaga listrik, seiring upaya pemerintah membangun sistem energi hijau dan energi terbarukan.

"Kita akan bangun energi yang hijau. Energi yang terbarukan. Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik, truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," kata Prabowo dalam sambutannya saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Prabowo menyampaikan pengembangan transportasi berbasis listrik menjadi bagian dari arah pembangunan energi nasional yang mengedepankan energi hijau dan energi terbarukan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan kereta api merupakan bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata.

Dirinya menilai revitalisasi ratusan stasiun kereta api yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus bagian dari transformasi nasional.

"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun-stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," kata Presiden.

Prabowo mengatakan pelestarian stasiun bersejarah dapat menarik wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik dengan wisata sejarah dan budaya.

Menurutnya, pelestarian stasiun juga menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah sekaligus melakukan pembenahan di berbagai bidang.

"Lestarikan semua stasiun, ini juga bagian dari lestarikan sejarah. Tapi lebih penting, ini bagian daripada usaha kita sebagai bangsa untuk di semua bidang kita lakukan transformasi," kata Prabowo.

Presiden juga meminta pembenahan fasilitas di kawasan stasiun dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, kerapian, dan estetika lingkungan.

"Kita ubah kesan. Indonesia memang harus lestari, harus indah, harus asri. Tidak boleh ada sampah yang liar, tidak boleh ada gedung yang tidak terawat," tuturnya.

Presiden menilai pembenahan infrastruktur transportasi dan pelestarian bangunan bersejarah dapat memperkuat daya tarik pariwisata di berbagai daerah.

Revitalisasi stasiun, kata Presiden, diharapkan turut mendukung upaya transformasi nasional melalui pembangunan fasilitas publik yang lebih baik dan terawat.