Prabowo mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi nasional sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Paruh Kedua Bakal Melandai, PIER Taksir Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2026 Cuma 5,26 Persen
Menurut dia, dengan kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat didorong lebih tinggi.
“Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin, pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6 persen,” kata Prabowo dalam sidang paripurna di komplek parlemen, Jumat (14/8/2026).
Di sisi investasi, realisasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun. Investasi tersebut disebut telah menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara itu, pada semester I-2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dengan penciptaan sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Capaian investasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa besarnya investasi dan tingginya pertumbuhan ekonomi bukan menjadi tujuan akhir pemerintah.
“Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi akan kehilangan manfaat apabila tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan tinggi, tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita,” katanya.
Karena itu, pemerintah menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu indikator penting dari investasi yang masuk.
“Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan, harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah,” ujar Prabowo.
Dengan demikian, capaian investasi sebesar Rp1.010 triliun pada semester I-2026 tidak hanya berkaitan dengan besaran modal yang ditanamkan, tetapi juga seberapa besar investasi tersebut mampu menghasilkan aktivitas ekonomi dan menyerap tenaga kerja.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan 5,61% pada kuartal I-2026. Secara kumulatif, ekonomi pada semester I-2026 tumbuh 5,45%.
Prabowo menyebut pertumbuhan tersebut menjadi capaian tertinggi untuk pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama dalam 13 tahun terakhir.
Kinerja tersebut menjadi pijakan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi hingga akhir tahun.
Target pertumbuhan 6% berarti pemerintah perlu menjaga momentum ekonomi pada paruh kedua 2026.
Tantangannya bukan hanya mempertahankan aktivitas ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut tetap ditopang oleh investasi yang menghasilkan kegiatan produktif dan lapangan kerja.
Pemerintah juga menekankan pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi. Prabowo mengatakan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka pertumbuhan, sementara kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi paling rendah tidak ikut merasakan manfaatnya.
“Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin. Kita tidak boleh meninggalkan mereka yang tidak berdaya,” tegasnya.
Dalam konteks ekonomi, pernyataan tersebut menempatkan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup sebagai bagian dari ukuran keberhasilan kebijakan ekonomi.
Prabowo juga menyinggung persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, negara dengan posisi Indonesia sebagai anggota G20 tidak semestinya masih menghadapi persoalan masyarakat yang mengalami kelaparan.
“Bangsa yang kuat, adalah bangsa yang mampu memberikan makan rakyat sendiri,” kata Prabowo.