Almarhum Willi Mbuik adalah kader GMKI dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Keluarga besar GMKI berduka cita dan mengecam aksi penembakan terhadap korban
Depok (ANTARA) - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) mendesak pemerintah menindak tegas pelaku penembakan tiga ASN/CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang menewaskan tiga orang, termasuk kader GMKI Cabang Kupang, Willi Mbuik (25).
Ketua Umum PP GMKI Prima Surbakti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menyampaikan duka atas tewasnya Willi yang disebut sebagai tulang punggung ekonomi keluarga.
“Almarhum Willi Mbuik adalah kader GMKI dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Keluarga besar GMKI berduka cita dan mengecam aksi penembakan terhadap korban,” kata Prima.
Baca juga: Tiga pegawai Pemkab Jayawijaya ditembak di Muliama
Prima menilai aksi kelompok bersenjata yang menembak warga sipil dan merusak pelayanan publik merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Pemerintah segera mengusut tuntas, mengambil tindakan tegas, serta mengambil langkah konkret dan fokus menyelesaikan konflik serta menjaga stabilitas keamanan di Papua,” ujarnya.
Ia mendorong Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran TNI dan Polri mengejar para pelaku penembakan secara tegas dan terukur.
Baca juga: Tiga korban penembakan KKB di Jayawijaya teridentifikasi
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk menghentikan aksi kelompok bersenjata sekaligus memastikan keamanan masyarakat Papua dan Indonesia menjadi prioritas.
Prima juga mendorong pemerintah mencari solusi damai atas konflik Papua melalui optimalisasi pendekatan sosial budaya guna mengatasi aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata.
“Pemerintah membuka ruang dialog dengan OPM untuk mencari solusi menghentikan konflik secara transparan agar tidak ada lagi masyarakat sipil yang menjadi korban,” katanya.
Baca juga: Profil 3 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang tewas ditembak
Selain itu, Prima meminta pemerintah dan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz memastikan stabilitas keamanan serta pemenuhan hak hidup dan kesejahteraan masyarakat di Papua.
“Papua harus damai, masyarakat aman, nyaman, dan sejahtera untuk hidup. Anak-anak dapat sekolah dengan baik tanpa konflik, intimidasi, dan gangguan stabilitas,” kata Prima.
Baca juga: Komisi I DPR minta penembakan ASN di Jayawijaya diusut tuntas
Baca juga: TNI AD evaluasi sistem pengamanan pasca penembakan di Jayawijaya
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.