Bengkayang (ANTARA) - Kepolisian Resor Bengkayang Kalimantan Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memastikan ketersediaan sumber air di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.
"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan sumber air berjalan sesuai kebutuhan dan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla di kawasan tersebut," ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab saat mengecek langsung pembangunan sumur bor di samping Pondok Pesantren Darul It-tihad, Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kamis.
Dia mengatakan, ketersediaan sumber air sangat penting dalam penanganan karhutla. Dengan adanya sumur bor ini, diharapkan petugas maupun masyarakat dapat lebih cepat melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran.
Ia mengatakan keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang kerap dihadapi petugas ketika melakukan pemadaman, terutama pada kawasan yang jauh dari sumber air dan memiliki akses terbatas bagi kendaraan pemadam.
Karena itu, pembangunan sumur bor dipandang sebagai langkah konkret untuk memperkuat kesiapsiagaan sebelum kebakaran terjadi. Sumber air yang berada dekat dengan kawasan rawan diharapkan dapat memperpendek waktu respons ketika ditemukan titik api.
Sumur bor di Dusun Melapis tersebut juga direncanakan memiliki fungsi ganda. Selain mendukung penanganan karhutla, sumber air itu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air Pondok Pesantren Darul It-tihad dan masyarakat di sekitarnya.
Pembangunan sumur bor itu merupakan tindak lanjut dari peninjauan dan penentuan lokasi yang sebelumnya dilakukan Kapolres Bengkayang bersama Tim Mabes TNI sebagai bagian dari penguatan sarana penanganan karhutla.
Syahirul mengatakan pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran Polsek untuk memetakan lokasi yang membutuhkan dukungan sumber air, terutama wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi.
“Ini tidak hanya satu titik. Saat ini ada 29 titik yang direncanakan untuk pembangunan sumur bor dan sudah kita laporkan kepada Polda Kalbar. Kita akan terus melihat kebutuhan di lapangan agar sumber air ini benar-benar berada di lokasi yang strategis dan mudah dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurut dia, penentuan lokasi sumur bor dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan kebakaran, akses menuju lokasi, serta kebutuhan masyarakat dan petugas dalam mendapatkan sumber air ketika terjadi karhutla.
Selain sumur bor, Polres Bengkayang juga mendorong penyediaan sarana pendukung seperti hidran dan mesin pompa air di kawasan yang dinilai rawan. Ketersediaan sarana tersebut diharapkan memperkuat kemampuan masyarakat dan petugas dalam melakukan penanganan awal ketika kebakaran terjadi.
Penguatan sumber air menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang tidak hanya mengandalkan pemadaman saat api sudah meluas, tetapi juga mengutamakan kesiapsiagaan dan pencegahan sejak dini.
Upaya tersebut dilakukan lanjutnya, melalui sinergi Polres Bengkayang bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.