Bengkayang (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Bengkayang, Kalimantan Barat, memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga ke tingkat desa di Kabupaten Bengkayang.
"Penanganan ini melalui penyediaan sumber air, pemadaman dan pendinginan, patroli terpadu, pemantauan titik panas, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat," ujar
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab di Bengkayang, Senin.
Kapolres mengatakan penguatan sarana penanganan karhutla salah satunya dilakukan melalui pembangunan sumur bor di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, yang turut ditinjau Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar.
"Sumur bor ini dibuat untuk mendukung pemadaman dan pendinginan lahan terbakar yang ada di lokasi," kata Kapolres.
Ia mengatakan sumur bor tersebut dibangun selama dua hari dengan kedalaman sekitar 22 meter. Selain untuk mendukung penanganan karhutla, sumber air itu dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar yang mencakup sekitar 350 kepala keluarga atau 1.165 jiwa.
Syahirul menegaskan Polres Bengkayang serius menangani karhutla, mulai dari pemadaman hingga pendinginan, pengecekan langsung ke lapangan ground checking, serta verifikasi titik panas yang terdeteksi.
Menurut dia, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah muncul, tetapi juga diperkuat melalui berbagai kegiatan pencegahan yang melibatkan masyarakat.
Polres Bengkayang melakukan sosialisasi, patroli terpadu, pemberian bantuan sosial dan masker, pemeriksaan kesehatan, serta menyampaikan imbauan agar masyarakat menghentikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Di samping itu, kami melakukan akselerasi kegiatan yang menimbulkan dampak nyata kepada masyarakat serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri," katanya.
Untuk mempercepat penanganan laporan, Syahirul mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan titik api maupun titik asap di wilayahnya.
"Masyarakat dalam hal melaporkan ada titik api ataupun titik asap, silakan langsung melakukan panggilan di Call Center 110. Kami melayani 1x24 jam," ujarnya.
Ia mengatakan layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun pengaduan, khususnya terkait karhutla, sehingga petugas dapat segera melakukan tindak lanjut di lapangan.
Selain laporan masyarakat, Polres Bengkayang juga mengoptimalkan pemantauan karhutla melalui aplikasi Lancang Kuning dan Cipongi yang memanfaatkan citra satelit untuk mendeteksi dan memantau perkembangan titik panas di wilayah hukumnya.
"Kami melakukan pemantauan secara komprehensif dan berkelanjutan melalui aplikasi Lancang Kuning dan aplikasi Cipongi, dengan menggunakan citra satelit dalam memantau karhutla yang ada di wilayah hukum Polres Bengkayang," katanya.
Kapolres mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.
Ia berharap sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.