Polisi siagakan 300 personel kawal aksi damai pesilat di Surabaya - ANTARA News Jawa Timur

July 2026 · 2 minute read
Kami berharap penyampaian aspirasi dapat dilaksanakan dengan baik

Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyiagakan sekitar 300 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa damai yang dilakukan salah satu perguruan silat di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto mengatakan personel disebar di sejumlah titik pengamanan, termasuk lokasi berkumpulnya massa, sembari mengarahkan penyampaian aspirasi agar dilakukan di Polrestabes Surabaya.

"Kami berharap penyampaian aspirasi dapat dilaksanakan dengan baik. Kami juga mendorong teman-teman PSHT menyampaikan aspirasi di Polrestabes Surabaya karena di sana sudah ditampung oleh Bapak Kapolrestabes," kata Rosyid.

Ia menjelaskan, kepolisian telah menunjukkan perkembangan penanganan kasus pembacokan di kawasan Basuki Rahmat yang menjadi pemicu aksi tersebut dengan mengamankan sejumlah pelaku.

Sementara, lanjutnya, satu tersangka lainnya telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan terus diburu.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap debt collector (DC) ilegal serta mendorong perusahaan pembiayaan (finance) menjalankan ketentuan yang berlaku guna mencegah munculnya persoalan serupa di lapangan.

Rosyid menegaskan sekitar 300 personel yang disiagakan bertugas melakukan pengamanan secara persuasif melalui penghalauan dan pemberian imbauan.

Terkait adanya massa yang berkumpul di sebuah rumah di Surabaya, ia menjelaskan lokasi tersebut merupakan rumah milik seorang warga asal Maluku, bukan kantor resmi maupun kantor perwakilan organisasi tertentu.

"Teman-teman di sana hanya menunjukkan solidaritas untuk berjaga di rumah tersebut. Tidak ada persiapan khusus terkait kejadian ini," ujarnya.

Ia juga memastikan kepolisian tidak melakukan penyekatan akses masuk ke Kota Surabaya, melainkan hanya melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap peserta aksi guna memastikan perjalanan berlangsung aman serta mencegah potensi provokasi dari kelompok lain.

Sebelumnya, peristiwa pembacokan bermula pada Sabtu (25/7) dini hari ketika sekelompok orang yang diduga merupakan debt collector mendatangi sebuah tempat hiburan di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, untuk menarik sebuah kendaraan yang diduga menunggak cicilan.

Upaya penarikan kendaraan tersebut memicu cekcok dengan petugas keamanan dan petugas parkir karena pihak yang melakukan penagihan diduga tidak dapat menunjukkan surat tugas. 

Perselisihan kemudian berujung aksi pembacokan terhadap dua petugas parkir yang diketahui merupakan anggota salah satu perguruan pencak silat hingga keduanya mengalami luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.