Polisi selidiki penyebab yang hanguskan 24 rumah di Kota Bengkulu - ANTARA News Bengkulu

August 2026 · 2 minute read

Kota Bengkulu (ANTARA) - Penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bengkulu menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 24 unit rumah dan menyebabkan puluhan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal pada Rabu (12/8).

"Untuk penyebabnya masih kami selidiki. Titik awal api diduga dari rumah bedeng dan akan kami dalami melalui proses penyelidikan," kata Kepala Polresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmat Hidayat di Kota Bengkulu, Jumat.

Selain menyelidiki penyebab kebakaran, Polresta Bengkulu menyiapkan bantuan administratif bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat peristiwa tersebut.

Korban kebakaran dapat melapor kepada anggota kepolisian untuk mendapatkan surat keterangan kehilangan dokumen, seperti ijazah dan surat-surat penting lainnya yang ikut terbakar.

"Kami akan membantu para korban dalam mengurus surat-surat yang terbakar, termasuk membuat laporan kebakaran untuk keperluan pengurusan kembali dokumen," ujarnya.

Rahmat mengatakan anggota kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan dan penanganan di lokasi kebakaran.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Bengkulu, meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca yang cenderung kering dan disertai angin berpotensi mempercepat penyebaran api.

"Kami terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada, khususnya saat musim kemarau ditambah angin kencang seperti sekarang," katanya.

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 24 unit rumah di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, hangus terbakar.

"Informasi awal kami terima melalui laporan 112. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan," kata Kepala Dinas Damkar Kota Bengkulu Yuliansyah.

Berdasarkan informasi sementara, api yang muncul di kawasan padat penduduk tersebut dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.

Ia mengatakan kondisi permukiman yang rapat membuat petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan saat melakukan pemadaman.

Selama proses pemadaman, pihaknya juga menghadapi kendala berupa kondisi permukiman yang sangat padat serta akses menuju titik api yang cukup sulit dilalui kendaraan pemadam kebakaran.

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.