Polda Sumsel bekali personel kemampuan AI untuk cegah kejahatan siber

August 2026 · 2 minute read

Polda Sumsel bekali personel kemampuan AI untuk cegah kejahatan siber

Jumat, 7 Agustus 2026 05:21 WIB

Image Print

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho. ANTARA/HO/Polda Sumsel

Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan membekali 159 personel kemampuan memahami kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi dan mencegah ancaman kejahatan siber.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho mengatakan pembekalan itu dilakukan melalui kegiatan pelatihan paham AI Triwulan III Tahun Anggaran 2026.

"159 personel gabungan dari jajaran Polda Sumsel hingga Polres, yang terdiri atas Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, hingga para personel dari Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, Biro SDM, serta Bintara fungsi terkait," kata Sandi di Palembang, Kamis.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta disiapkan menjadi edukator digital yang bertugas mengedukasi generasi muda mengenai penggunaan kecerdasan buatan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

Sandi juga menekankan pentingnya pendekatan edukatif untuk menangani tantangan kejahatan siber yang menyasar generasi muda, mulai dari penyebaran hoaks, deepfake, voice cloning, perjudian daring, hingga perundungan siber (cyberbullying).

"Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama," ujarnya.

Untuk mengoptimalkan program ini, Sandi memberikan tiga instruksi utama kepada para peserta yaitu memperkuat literasi digital pelajar, membangun kolaborasi lintas fungsi kepolisian, serta menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Materi pelatihan yang disajikan mencakup pengantar AI, teknik penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, pencegahan hoaks, serta pengenalan Platform Senopati. Peserta juga menjalani praktik simulasi penyampaian materi, uji pre-test, dan post-test.

Narasumber pelatihan melibatkan jajaran pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dan pejabat Polda Sumsel, antara lain Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Sumsel Muhammad Nuril Yunus, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, serta Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah.

Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menyampaikan bahwa para personel pelatih dituntut dapat menyampaikan edukasi digital secara komunikatif dan mudah dipahami oleh kalangan pelajar.

"Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, serta memahami aturan hukum di ruang siber," katanya.

Melalui Program Paham AI ini, Polda Sumsel terus memperkuat implementasi Program Quick Wins Presisi Akselerasi Transformasi Polri dengan membangun jejaring edukator digital hingga tingkat Polres, demi mewujudkan lingkungan digital yang aman dan produktif bagi masyarakat.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026