Polda Maluku perkuat pencegahan konflik sejak dini - ANTARA News Kalimantan Barat

October 2026 · 2 minute read

Ambon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat pencegahan konflik sejak gejala awal di tengah masyarakat seiring penurunan angka konflik dalam tiga tahun terakhir di provinsi ini.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi di Ambon, Jumat (2/9), mengatakan angka konflik di Maluku menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.

"Angka konflik di Maluku tercatat 180 kejadian pada 2024, kemudian turun menjadi 90 kejadian pada 2025. Sementara pada 2026, tercatat 10 kejadian sejak Januari hingga saat ini," katanya.

Ia mengatakan penurunan tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Potensi persoalan harus dikenali dan ditangani sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Upaya tersebut dilakukan melalui Polisi Lingkungan Masyarakat (Polima), yang mengandalkan personel kepolisian yang tinggal dan berinteraksi di lingkungan masyarakat untuk mengenali persoalan sejak dini.

"Polima mengandalkan personel kepolisian yang tinggal dan berinteraksi di lingkungan masyarakat untuk mengenali persoalan sejak dini. Riak-riak kecil harus diselesaikan secara cepat dan kekeluargaan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar," ujarnya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut penting diterapkan di Maluku yang memiliki karakter sosial dan geografis yang beragam.

Kehadiran polisi, kata dia, tidak hanya diperlukan ketika gangguan keamanan terjadi, tetapi juga untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sebelum persoalan berkembang.

Selain Polima, Polda Maluku memperkuat pencegahan melalui pranata adat Baileo Emarina serta program Polisi Mengajar di lingkungan pendidikan.

Selain memperkuat kehadiran personel di tengah masyarakat, Polda Maluku juga meminta masyarakat memanfaatkan saluran resmi kepolisian ketika menemukan potensi gangguan keamanan.

"Kami juga memaksimalkan layanan Call Center 110 dengan response time maksimal 10 menit agar masyarakat memiliki saluran cepat untuk melaporkan persoalan dan tidak mengambil tindakan sendiri," katanya menambahkan.

Pewarta: Winda Herman
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.