PLN tuntaskan asesmen infrastruktur listrik di Flores pascagempa - ANTARA News Gorontalo

August 2026 · 3 minute read

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores telah melalui asesmen menyeluruh pascagempa bumi magnitudo 7,7 sebagai bagian dari upaya menjamin keamanan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

General Manager PLN UIW NTT F Eko Sulistiyono di Kupang, Jumat, mengatakan asesmen dan pemulihan dilakukan melalui kolaborasi lintas unit PLN dengan mengedepankan keselamatan kerja serta keandalan sistem kelistrikan.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi seluruh personel. Sinergi lintas unit dan semangat gotong royong ini menjadi bukti komitmen PLN untuk hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat Flores," ujar Eko.

Tim gabungan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Gardu Induk (GI) dan jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Pulau Flores untuk memastikan kondisi aset tetap aman setelah diguncang gempa.

Asesmen GI dilakukan terhadap berbagai peralatan utama, antara lain Trafo Tenaga (TFT), Pemutus Tenaga (PMT), Lightning Arrester (LA), Current Transformer (CT), serta sistem proteksi.

Pemeriksaan juga dilengkapi sejumlah pengujian teknis, seperti Sweep Frequency Response Analysis (SFRA), Polarization Index (PI), tan delta winding dan bushing, Dynamic Resistance OLTC, serta Breakdown Voltage (BDV).

Selain itu, petugas menangani sejumlah temuan teknis, termasuk rembesan minyak dan fabrikasi plat busbar 20 kV.

Pada jaringan transmisi, pemeriksaan mencakup kondisi pondasi dan kaki tower, struktur baut dan bracing, konduktor, isolator, kawat tanah atau OPGW, jarak bebas (clearance), hingga potensi longsor di sekitar tapak tower.

Untuk mempercepat asesmen, tim dibagi menjadi dua wilayah kerja. Tim Flores bagian barat memeriksa GI Rangko, Labuan Bajo, Ruteng, Ulumbu, Borong, dan Bajawa. Sementara tim Flores bagian timur menyisir GI Ende, Aesesa, Maumere, dan Wairita.

Eko menilai keterlibatan lintas unit tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan persaudaraan antarinsan PLN dalam menghadapi kondisi darurat.

Manager PLN UPT Kupang Hikmah Prasetia mengatakan asesmen dilakukan tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui pengujian teknis untuk memastikan setiap aset layak dan aman sebelum sistem dinormalisasi.

"Pasca-gempa, kami langsung bergerak melakukan asesmen dan pengujian aset transmisi yang terdampak. Kami tidak hanya melihat kondisi fisik secara visual, tetapi juga memastikan keandalan peralatan melalui serangkaian uji teknis presisi sebelum penormalan sistem," katanya.

Ia menegaskan keselamatan personel dan keandalan listrik masyarakat Flores menjadi prioritas utama dalam seluruh proses pemulihan.

Dukungan pemulihan juga datang dari personel BKO PLN yang dikerahkan dari berbagai wilayah, di antaranya UIP3B Sulawesi, UIP3B Kalimantan, UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, UIT Jawa Bagian Tengah, serta Divisi Transmisi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.

Seluruh proses asesmen dan pemulihan dilaksanakan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), mulai dari safety briefing, pembebasan tegangan, pengecekan kelistrikan, pemasangan grounding lokal, penggunaan alat pelindung diri (APD), hingga pemeriksaan akhir sebelum penormalan.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN tuntaskan asesmen infrastruktur listrik di Flores pascagempa

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.