Denpasar, Bali (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power menjadikan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi sekaligus memberdayakan nelayan dan kelompok perempuan.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Indonesia Power Ridho Hutomo saat menghadiri acara penanaman 15.000 bibit mangrove di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Denpasar Selatan, Bali, Minggu, mengatakan keberhasilan konservasi mangrove sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai pengelola kawasan.
"Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan destinasi ekowisata berkelanjutan yang menjadi bukti bahwa konservasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat," katanya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pihaknya mendorong pengelolaan mangrove tidak hanya sebagai upaya rehabilitasi ekosistem, tetapi juga sebagai sumber penghidupan yang mampu menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang seluas 1.373,5 hektare merupakan kawasan yang didampingi PLN Indonesia Power melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang.
Pendampingan dilakukan melalui rehabilitasi mangrove yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Program tersebut tidak hanya mencakup pembibitan, penanaman, dan perawatan mangrove, tetapi juga pengembangan ekowisata berbasis digital, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang melibatkan nelayan dan kelompok perempuan.
Sementara itu, Senior Manager Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali PT PLN Indonesia Power I Made Harta Yasa menambahkan pendampingan di Batu Lumbang dirancang secara menyeluruh agar manfaat konservasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.
Menurutnya, PLN Indonesia Power secara konsisten mendampingi pengelolaan kawasan melalui pembibitan, penanaman, perawatan mangrove, pengembangan ekowisata berbasis digital, hingga penyelenggaraan edukasi lingkungan bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Selain itu, perusahaan juga mendorong pemberdayaan nelayan dan kelompok perempuan melalui pemanfaatan hasil hutan bukan kayu serta pengembangan berbagai produk dan layanan ekowisata yang memiliki nilai tambah ekonomi.
"Kami percaya ketika masyarakat menjadi pelaku utama dalam menjaga ekosistem mangrove dan merasakan manfaatnya secara langsung, maka upaya konservasi akan semakin berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas," kata Harta.
Ekowisata Mangrove Batu Lumbang merupakan salah satu kawasan konservasi mangrove terpenting di Indonesia.
Kawasan ini memiliki 18 jenis mangrove asli dan 15 jenis mangrove asosiasi, serta berperan sebagai habitat flora dan fauna pesisir, pelindung pantai dari abrasi, sekaligus penyerap karbon yang mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata tersebut diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan didukung Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Program ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, PLN Group, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.