PLN Indonesia Power tanam 15 ribu bakau di Tahura Ngurah Rai - ANTARA News Bali

July 2026 · 2 minute read

Denpasar (ANTARA) - PLN Indonesia Power menanam 15 ribu bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu, sebagai bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia sekaligus komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Senior Manajer PLN Indonesia Power UBP Bali Made Hartayasa mengatakan penanaman dilakukan bersama Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, dan sejumlah pejabat tinggi PLN sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menyediakan energi listrik yang andal sekaligus ramah lingkungan.

"Hari ini, kami menanam kurang lebih 15 ribu pohon mangrove. Kami tidak hanya menyediakan energi listrik yang andal, ramah lingkungan, tetapi kami juga berkomitmen memberikan manfaat seluas-luasnya, memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat," katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya PLN Indonesia Power memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan listrik, tetapi juga melalui kegiatan konservasi.

Ia menjelaskan PLN Indonesia Power telah mendampingi kelompok mitra binaan di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang sejak 2020.

Pendampingan meliputi konservasi mangrove, pemberdayaan nelayan, kelompok perempuan, hingga generasi muda dalam pengembangan ekowisata.

Selama lima tahun terakhir, perusahaan juga mendukung pembangunan kawasan ekowisata hingga terbentuknya resource center sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Made Hartayasa mengatakan 15 ribu bibit mangrove akan ditanam secara bertahap di kawasan Tahura Ngurah Rai yang memiliki luas sekitar 1.373,5 hektare. Bibit tersebut disiapkan oleh mitra binaan melalui kegiatan pembibitan yang telah berlangsung secara rutin.

Jenis mangrove yang ditanam kali ini adalah Rhizophora mucronata atau bakau kurap dengan metode penanaman hasil inovasi kelompok mitra binaan agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih optimal.

Ia menegaskan perusahaan tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga melakukan pemeliharaan agar seluruh bibit dapat tumbuh dan menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di kawasan tersebut.

Dalam program konservasi itu, PLN Indonesia Power melibatkan sekitar 41 nelayan serta total sekitar 250 warga yang terdiri atas nelayan, kelompok perempuan, dan pemuda.

Masyarakat juga didorong mengembangkan hasil hutan bukan kayu mangrove, seperti sirup dan stik mangrove, serta mengelola ekowisata berbasis konservasi.

Menurut Made Hartayasa, program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan hasil tangkapan nelayan karena kondisi ekosistem mangrove semakin baik.

Selain itu, aktivitas ekowisata terbatas di kawasan Tahura Ngurah Rai turut memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat sekitar, sehingga manfaat konservasi dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.