Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Pemain Argentina dalam Polemik Spanduk Malvinas

July 2026 · 2 minute read

Hervin Saputra

| 18 Juli 2026, 21:29 WIB

Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Pemain Argentina dalam Polemik Spanduk Malvinas

Pemain Tim Nasional Argentina membentangkan spanduk bertulis "Las Malvinas Son Argentinas" saat merayakan kemenangan mereka atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026). X/azucenau

AKURAT.CO, Pemerintah Amerika Serikat mengisyaratkan membela pemain Tim Nasional Argentina dalam polemik spanduk “Las Malvinas Son Argentinas” di semifinal Piala Dunia 2026.

Sikap ini ditunjukkan oleh Kepala Gugus Tugas Piala Dunia 2026 Gedung Putih, Andrew Giuliani. Ia mendasarkan pandangannya atas kebebasan berpendapat yang dijamin dalam konstitusi AS.

“Kami percaya dengan hak amandemen pertama kami di sini di Amerika Serikat. Pemain Argentina punya kesempatan untuk menyampaikan pernyataan di AS,” kata Andrew Giuliani dipetik dari The Guardian.

Pemain Argentina membentangkan spanduk Las Malvinas Son Argentinas yang bisa berarti Kepulauan Malvinas Milik Argentina saat merayakan kemenangan mereka atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.

Spanduk tersebut merujuk pada sengketa Pulau Malvinas yang memicu perang antara Inggris dan Argentina pada 1982. Inggris, melalui eks Perdana Menterinya, Keir Starmer, mengecam aksi tersebut dan meminta FIFA menyelidikinya.

“Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falklands (sebutan orang Inggris terhadap Malvinas) jelas (milik kami),” kata Keir Starmer.

https://akurat.co/bola/874457/piala-dunia-2026-fifa-selidiki-selebrasi-kontroversial-spanduk-malvinas-argentina-apa-sanksinya

“Posisi kami tidak berubah. Kedaulatan tetap pada para penghuni kepulauan tersebut dan komitmen kami terhadap Falklands pernah berkurang.”

Menurut Starmer, aksi para pemain Argentina tersebut mencederai prinsip bahwa politik tidak boleh masuk ke arena sepakbola. Ia menyerahkan tindakan terhadap pemain Argentina kepada FIFA.

“Lebih luas lagi, tindakan potensial adalah urusan FIFA, tetapi ini adalah Piala Dunia yang fantastis dan kami sudah bilang sepenuhnya bahwa politik harus menjauh dari sepakbola,” kata Starmer.

FIFA sendiri sudah menerima keluhan Inggris soal spanduk Malvinas ini. Organisasi induk sepakbola dunia tersebut membuka peluang penyelidikan terhadap para pemain Argentina.

“Sesuai prosedur standar, komite disiplin independen FIFA sedang menilai laporan pertandingan dan mempertimbangkan keadaan yang relevan sebelum memutuskan langkah lanjutan potensial berdasarkan kode disiplin FIFA,” kata FIFA dalam pernyataannya.

Inggris sendiri kalah 1-2 dalam pertandingan melawan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat, itu. Mereka unggul 1-0 melalui Anthony Gordon di menit ke-55 namun Argentina membalas melalui gol Enzo Fernandez di menit ke-85 dan Lautaro Martinez di menit ke-90+2.