Pertamina Patra Niaga Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Medan

July 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah di Sumatra, satu di antaranya Medan.

Menurut dia, kondisi stok BBM dan LPG nasional saat ini sebenarnya masih terkendali dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean dan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying di sejumlah wilayah Sumatra.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergeseran konsumsi ke BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan Taufik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

"Kami menyadari juga bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan atau panic buying di beberapa wilayah di Sumatra secara umum, yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi, yaitu pertalite dan solar, dan juga mungkin adanya lagging dalam distribusi untuk merespon peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut ke lembaga penyalur," ujarnya.

Ia mengatakan peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut membuat distribusi ke sejumlah lembaga penyalur mengalami keterlambatan dalam merespons kebutuhan di lapangan.

[Gambas:Youtube]

Atas kondisi tersebut, ia mewakili Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak antrean dan pembelian panik BBM di Sumatra.

"Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf," ujar Taufik.

Untuk mempercepat normalisasi kondisi, Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah langkah seperti menambah pasokan dan mengatur pola distribusi BBM.

Langkah tersebut dilakukan dengan menambah armada, memperpanjang jam operasional SPBU, serta mempercepat penyaluran dari depo menuju SPBU.

"Kemudian juga tentunya koordinasi dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) setempat untuk mengkoordinasi, mempercepat normalisasi kondisi di lapangan," ujar Taufik.

Sebelumnya saat ditemui di tempat sama, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap antrean panjang di sejumlah SPBU di Indonesia bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut wakil Bahlil Lahadalia itu ketersediaan BBM di Indonesia saat ini masih aman. Bahkan, stok BBM disebut lebih dari cukup.

"Stok aman, lebih dari cukup," kata Yuliot ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

Meski memastikan stok BBM dalam kondisi aman, Yuliot mengatakan pemerintah tetap mengevaluasi ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian ESDM telah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) mengecek kondisi ketersediaan BBM di lapangan.

"Saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, apa permasalahan yang ada di lapangan," ujar Yuliot.

Pemerintah antara lain mengecek ketersediaan BBM di terminal terpadu. Yuliot mengatakan proses pengiriman BBM dari terminal tersebut relatif berjalan lancar.

Selanjutnya, pemerintah juga mengevaluasi proses distribusi dari terminal terpadu menuju SPBU, termasuk kemungkinan adanya hambatan transportasi.

Ia mengatakan tim telah diturunkan ke lapangan untuk mengecek dan menangani persoalan tersebut.

"Kita akan selesaikan permasalahan ada antrean-antrean di SPBU di beberapa daerah," ujar Yuliot.

Salah satu daerah yang mengalami antrean di SPBU adalah Medan, Sumatera Utara.

Sales Area Manager Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tito Rivanto menegaskan stok BBM di Medan aman dan bisa memenuhi kebutuhan.

Saat ini, Pertamina sedang menjalankan pembenahan internal, khususnya pada sistem penyaluran BBM menggunakan armada mobil tangki. Pembenahan dilakukan secara paralel dengan upaya menjaga kelancaran distribusi ke seluruh SPBU.

Untuk mempercepat normalisasi, Pertamina telah menambah armada mobil tangki, mendatangkan sopir dari pihak eksternal, serta menambah jumlah SPBU yang beroperasi selama 24 jam di Kota Medan.

"Kami berharap langkah-langkah tersebut secara bertahap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terjadi lagi antrean panjang yang mengganggu kondusivitas di Kota Medan," ujar Tito ketika kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut didatangi oleh Pemerintah Kota Medan, Rabu (15/7).

(dhz/ins)

Add

as a preferred
source on Google