Penyerapan APBD Pemprov Papua Pegunungan pada Januari-Juli capai 49 persen
Sabtu, 15 Agustus 2026 21:14 WIB
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan terkait penyerapan APBD Januari-Juli tahun 2026.ANTARA/Yudhi Efendi.
Jayawijaya, Papua Pegunungan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan menyatakan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sejak bulan Januari-Juli tahun 2026 mencapai Rp588 miliar atau 49 persen dari total Rp1,2 triliun.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Sabtu, mengatakan APBD Tahun 2026 kurang lebih sebesar Rp1,2 triliun dan penyerapan mencapai 49 persen.
“Sesuai laporan dari Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi Papua Pegunungan penggunaan anggaran dari Januari-Juli 2026 mencapai 49 persen atau kurang lebih sebesar Rp588 miliar,” katanya.
Menurut dia, pembiayaan APBD di Papua Pegunungan diprioritaskan untuk belanja urusan wajib daerah yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Alokasi anggaran difokuskan pada empat sektor utama yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan bagi masyarakat di delapan kabupaten,” ujarnya.
Dia menjelaskan selain empat program utama itu terdapat program secara nasional yang harus dilaksanakan di daerah-daerah di Indonesia yakni pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi.
“Kami juga memiliki program utama skala nasional seperti pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengendalian inflasi sehingga tidak membuat masyarakat kesusahan memperoleh barang-barang kebutuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Dia menambahkan program pameran perdagangan yang dirangkaikan dengan pameran pembangunan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
“Produk-produk unggulan dari delapan kabupaten seperti sayur mayur, buah-buahan, kopi, bawang merah itu masyarakat bisa memperolehnya di pameran perdagangan dengan harga murah, hal ini akan membantu menekan angka inflasi di wilayah Papua Pegunungan,” ujarnya.
Sesuai data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan inflasi year on year atau y-on-y bulan Juli sebesar 4,64 persen telah menurun dari bulan sebelumnya 7,84 persen.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026