Penyelamatan Dramatis Pekerja PLTA Nepal Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

September 2026 · 2 minute read

Liputan6.com, Kathmandu - Dua pekerja berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup dari sebuah terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Nepal, sembilan hari setelah banjir bandang dahsyat menerjang wilayah tersebut dan menimbun sejumlah proyek dengan lumpur tebal.

Kedua pekerja itu dievakuasi dari terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir mematikan yang melanda Nepal pekan lalu.

Dikutip dari Anadolu, Sabtu (5/9/2026), Juru Bicara Angkatan Darat Nepal Brigadir Jenderal Raja Ram Basnet mengatakan, kedua pekerja ditemukan pada kedalaman sekitar 170 meter di dalam terowongan.

Pekerja pertama yang berhasil diselamatkan adalah Sanjay Shah. Ia kemudian dibawa ke barak Angkatan Darat Nepal di Trishuli. Tak lama berselang, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi pekerja lainnya, Kabir Maharjan.

Shah diketahui bekerja sebagai mandor di Upper Trishuli 3A, sementara Maharjan merupakan seorang supervisor.

Angkatan Darat Nepal merilis gambar proses penyelamatan Shah dari pintu masuk terowongan yang gelap dan sempit. Tubuhnya terlihat dipenuhi lumpur, tetapi ia masih dalam kondisi sadar. Shah kemudian dibawa dari lokasi dengan digendong oleh salah satu penyelamat.

Kedua pekerja tersebut dinyatakan dalam kondisi stabil dan telah diterbangkan ke sebuah rumah sakit di Kathmandu.

Setelah berhasil diselamatkan, pertanyaan pertama Shah kepada petugas Angkatan Darat Nepal adalah, "Hari apa ini?"

Shah kemudian menceritakan pengalamannya kepada tim penyelamat. Ia mengatakan saat banjir terjadi, dirinya berada di ruang kontrol terowongan.

"Biasanya hanya ada lima atau enam orang di sana, tetapi saat itu pasti ada sekitar 40 hingga 45 orang di dalam," kata Shah.

Menurut Shah, karena berada di ruang kontrol, dirinya merasa bertanggung jawab untuk menyelamatkan seluruh pekerja.

"Karena saya berada di ruang kontrol, tanggung jawab saya adalah menyelamatkan semua nyawa. Setelah kecelakaan seperti itu, saya tidak bisa begitu saja melarikan diri sendirian. Saya harus menyelamatkan semua orang," ujarnya.

Ia mengatakan sempat berusaha mengeluarkan para pekerja dari dalam terowongan. Shah memberi tahu mereka bahwa telah terjadi kecelakaan besar di bendungan dan meminta semua orang segera menyelamatkan diri.

"Saat berusaha mengeluarkan semua orang, saya memberi tahu mereka bahwa telah terjadi kecelakaan besar di bendungan dan mendesak semua orang untuk berlari. Dalam melakukan itu, saya kehilangan waktu. Pada akhirnya, saya sendiri tidak bisa keluar," kata Shah.

Untuk menjaga ketenangan selama berada dalam kegelapan terowongan, Shah mengatakan dirinya menghabiskan waktu dengan melantunkan mantra.

Selama terjebak, ia hanya dapat berkomunikasi dengan tiga atau empat orang lainnya. Mereka berkomunikasi dengan cara saling berteriak dari lokasi yang berdekatan.

"Mungkin juga ada orang di dalam pembangkit listrik. Sebagian dari mereka mungkin tidak dapat melarikan diri," ujarnya.