Jakarta -
Artis Dian Ayu Lestari baru-baru ini mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, Bunda. Istri presenter Ananda Omesh ini harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit lantaran mengalami saraf kejepit.
Insiden ini bermula saat Ananda Omesh yang sedang bekerja, mendapat kabar istrinya pingsan di rumah. Melihat kondisi Dian Ayu, Omesh segera membatalkan pekerjaannya dan langsung bergegas menuju rumah sakit untuk mendampingi.
"Pas saya syuting, orang rumah video call minta tolong istri saya sudah blackout, sudah pingsan gitu. Jadi langsung dibawa ke emergency dan diperiksa dokter," kata Ananda Omesh dikutip dari Insertlive, Sabtu (8/8/26).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa Dian Ayu mengalami saraf kejepit yang dipicu oleh kesalahan posisi tubuh saat menggendong anaknya. Kondisi tersebut juga terjadi karena cedera jatuh yang pernah dialami Dian Ayu belasan tahun silam, Bunda.
"Itu karena dahulu sebelumnya belasan tahun lalu pernah jatuh agak keras, jatuh sambil duduk gitu sempat kena dahulu. Terus kemarin posisi salah mau ngangkat anak gitu, mau gendong, salah posisi, tek, terus tiba-tiba kesakitan luar biasa," ungkap Omesh.
Memahami penyebab hingga gejala saraf kejepit
Semua orang bisa terkena saraf kejepit seperti yang dialami Dian Ayu. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko saraf kejepit.
Dilansir Medical News Today, saraf terjepit atau kejepit di punggung bawah terjadi ketika jaringan atau tulang di sekitarnya menekan saraf di bagian bawah tulang belakang. Perlu diketahui, tulang belakang terdiri dari banyak saraf yang menghantarkan sinyal ke otak. Jika tulang atau jaringan di tulang belakang menekan saraf, hal ini akan mengganggu penyampaian sinyal ke otak.
"Gangguan inilah yang menimbulkan gejala saraf kejepit. Pada bagian punggung bawah, saraf kejepit dapat menyebabkan gejala yang menjalar hingga ke area panggul, tungkai, dan kaki," kata dokter yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit dalam dan kedokteran olahraga, Angela M. Bell, MD, FACP.
Hal yang sama juga disampaikan oleh fisioterapis Gregory Minnis, DPT, seperti dilansir laman Healthline. Menurut Minnis, saraf kejepit di punggung bagian bawah terjadi akibat tekanan berlebih pada saraf di dekat lima ruas tulang belakang bagian bawah. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan memengaruhi kualitas hidup, Bunda.
Penyebab dan faktor pemicu saraf kejepit
Saraf terjepit di punggung bawah bisa muncul secara tiba-tiba atau akibat cedera traumatis, seperti terjatuh. Bunda lebih mungkin mengalami gejalanya bila berusia antara 30 hingga 50 tahun. Pada rentang usia tersebut, bantalan (diskus) di antara ruas tulang belakang paling rentan mengalami cedera.
Penyebab umum lainnya dari saraf terjepit di punggung bawah adalah hernia diskus (diskus menonjol keluar). Kondisi ini dapat terjadi akibat penuaan, keausan, atau kelainan pada tulang belakang. Pria berusia 20 hingga 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami hernia diskus.
Kemungkinan penyebab lain dari saraf terjepit di punggung bawah meliputi:
- Stenosis spinal
- Pembentukan taji tulang (osteofitosis)
- Spondilolistesis
- Stenosis foraminal
- Artritis reumatoid
- Tumor metastasis atau tumor jinak
- Beberapa jenis infeksi jamur, virus, atau bakteri
Sementara itu, faktor risikonya dapat meliputi:
- Postur tubuh yang buruk, terutama akibat bekerja di depan komputer
- Kurangnya olahraga secara teratur
- Teknik mengangkat beban yang salah
- Gerakan yang berulang-ulang
- Merokok
- Postur tubuh yang tinggi
- Kelebihan berat badan atau obesitas
Gejala saraf kejepit
Saat terjadi saraf kejepit di punggung bawah, Bunda mungkin mengalami gejala yang menjalar ke anggota gerak bawah, seperti tungkai, bokong, dan kaki. Sebagian orang juga menyebut kondisi ini sebagai sciatica atau radikulopati. Berikut beberapa gejalanya:
Gejalanya dapat meliputi:
- Nyeri tajam atau sensasi terbakar di punggung bawah atau bokong
- Nyeri yang menjalar ke bawah sepanjang salah satu tungkai
- Mati rasa atau kesemutan
- Pada kasus yang parah bisa menyebabkan kelemahan otot
Perlu dicatat, sciatica bukanlah suatu penyakit, melainkan istilah yang menggambarkan jenis nyeri saraf. Nyeri ini terjadi ketika akar saraf di punggung bawah tertekan akibat stenosis spinal atau hernia nukleus pulposus (HNP), yakni saraf terjepit akibat bantalan tulang belakang yang bergeser atau menonjol.
Nyeri pada sciatica dapat meliputi kram tungkai yang parah, nyeri tajam seperti sengatan listrik, nyeri yang memburuk saat bergerak, bersin, atau batuk, hingga kelemahan, kesemutan, atau sensasi terbakar yang menjalar ke bawah sepanjang tungkai.
Penanganan saraf kejepit
Penanganan pada kondisi saraf kejepit akan bergantung pada penyebab utamanya, Bunda. Berikut beberapa tindakan dalam penanganan kondisi ini:
- Pemberian obat pereda nyeri yang dijual bebas (OTC) dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)
- Pemberian obat steroid oral dengan resep dokter
- Fisioterapi
- Akupunktur
- Kiropraktik
- Perawatan mandiri di rumah
Perubahan gaya hidup juga biasanya disarankan oleh dokter, seperti menghindari aktivitas-aktivitas berat sementara waktu, kompres es dan hangat, modifikasi posisi tidur, serta melakukan latihan stabilisasi lumbal dan mobilisasi toraks.
Demikian serba-serbi tentang saraf kejepit seperti yang dialami Dian Ayu. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)