Penyandang disabilitas di Kudus menggelar upacara HUT Kemerdekaan
Senin, 17 Agustus 2026 17:03 WIB
Penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Disabilitas Kudus, menggelar upacara bendera dalam memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Balai Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota Kudus, Senin (17/8/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang tergabung dalam Forum Komunikasi Disabilitas Kudus menggelar upacara bendera memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Balai Desa Mlati Lor, Senin.
Upacara tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai ragam disabilitas, anggota Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK), serta anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sejumlah peserta mengikuti upacara dengan menggunakan kursi roda dan kruk.
Ketua FKDK Rismawan Yulianto saat bertugas sebagai pemimpin upacara mengajak para penyandang disabilitas tetap semangat dan menjadikan peringatan Hari Kemerdekaan sebagai pelecut untuk terus memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan arti nasionalisme kepada anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka semakin mencintai tanah air.
"Alhamdulillah, ternyata kita mampu mengikuti upacara ini," ujarnya.
Seluruh petugas upacara berasal dari kalangan penyandang disabilitas, termasuk petugas pengibar bendera yang seluruhnya menggunakan kursi roda.
Ia mengatakan kegiatan tersebut bentuk pembuktian bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi penyandang disabilitas berkontribusi dalam kegiatan kebangsaan.
"Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan keterbatasan, teman-teman disabilitas mampu mengibarkan bendera dan mampu menjadi petugas upacara," ujarnya.
Ia menjelaskan pelaksanaan upacara memang tidak dilakukan dengan pola baris-berbaris seperti upacara pada umumnya. Peserta menyesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk mereka yang menggunakan kursi roda.
Menurut dia, hal terpenting bukanlah keseragaman dalam barisan, melainkan kesempatan penyandang disabilitas merasakan dan mengikuti upacara dengan khidmat.
"Selama ini dari berbagai cerita yang saya dengar, teman-teman disabilitas tidak pernah ikut upacara. Kami ingin mereka juga merasakan bagaimana berkontribusi untuk negara, meskipun mungkin sederhana, salah satunya melalui upacara," ujarnya.
Untuk persiapan, FKDK sebelumnya beberapa kali menggelar kegiatan serupa. Adapun geladi bersih untuk upacara kali ini dilakukan sehari sebelumnya.
"Alhamdulillah, teman-teman langsung tahu tugasnya masing-masing dan tanpa kesulitan kami bisa menyelenggarakan ini," katanya.
Rismawan berharap, kegiatan tersebut membuka pandangan masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Selain itu, pemerintah daerah semakin terbuka melibatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan resmi, termasuk upacara bendera.
"Harapannya pemerintah daerah lebih terbuka untuk melibatkan kami, baik dalam kegiatan upacara bendera maupun kegiatan lainnya. Ternyata kita mampu mengadakan upacara ini," katanya.
Setelah upacara bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam Pahlawan Kaliputu.
FKDK juga menyiapkan berbagai perlombaan inklusif yang disesuaikan dengan kemampuan peserta, antara lain balap kelereng menggunakan kursi roda, memasukkan caping ke dalam lubang, makan kerupuk, serta lomba merias wajah secara berpasangan.
Selain itu, sejumlah peserta perempuan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Penggunaan pakaian adat tersebut bertujuan mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
Indriyati, salah satu petugas pembawa baki bendera Merah Putih, mengakui sempat gugup, terutama saat penarikan tali bendera ke tiang karena khawatir benderanya terbalik.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.