Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Ketua Komite BP Tapera, Maruarar Sirait, optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi pemerintah, perbankan penyalur, pengembang, dan BP Tapera sebagai pengelola pembiayaan rumah subsidi.
Menurut Maruarar, capaian penyaluran FLPP terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Realisasi penyaluran rumah subsidi tercatat sebanyak 228.000 unit pada 2023, meningkat menjadi 278.000 unit pada 2025, sebelum kembali bertambah menjadi lebih dari 102.900 unit hingga pertengahan Juli 2026.
Baca Juga: PKP Percepat Rusun, Danantara hingga CSR Jadi Sumber Pembiayaan
"BP Tapera tantangannya banyak dan punya harapan dari rakyat dan pengembang. Dituntut untuk sangat berintegritas, sesuai target dan aturan dan bekerja dengan penuh terobosan terutama sumber daya manusianya. Saya doakan bermanfaat untuk MBR karena kebahagiaan kita adalah ketika rakyat memiliki rumah yang layak," ujar Maruarar usai dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (17/7/2026)
Ia menilai peningkatan penyaluran FLPP menjadi bagian penting dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pada kesempatan yang sama, BP Tapera juga meresmikan kantor pusat barunya di Graha Mandiri, Jakarta Pusat. Kehadiran kantor tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Fasilitas di kantor baru itu mencakup ruang koordinasi lintas kementerian, ruang kerja jajaran komisioner, hingga infrastruktur teknologi informasi yang mendukung operasional Sistem Informasi Tabungan Perumahan Rakyat (SITARA).
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan perpindahan kantor bukan sekadar perubahan lokasi kerja, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat tata kelola pembiayaan perumahan secara berkelanjutan.
"Kami mengucapkan terima kasih untuk semua yang sudah hadir terutama Pak Menteri PKP. Perpindahan ini menjadi penanda bagi kami dalam menjalankan amanah mengelola pembiayaan berkelanjutan untuk MBR," kata Heru.
Baca Juga: Kebut Program Perumahan, Ara Lantik 8 Pejabat Kementerian PKP
Menurutnya, keberadaan kantor baru diharapkan dapat mempercepat layanan kepada peserta, perbankan penyalur, pengembang, maupun para pemangku kepentingan lainnya, sekaligus mendorong transformasi digital BP Tapera agar pelayanan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan profesional.