Pengembangan literasi di Malinau jadi perhatian nasional
Jumat, 4 September 2026 21:10 WIB
Tim dari Kementerian PPN/Bappenas, Perpusnas, Kemendagri, dan Inovasi saat mengunjungi salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Malinau, Selasa (1/9/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Malinau)
Malinau (ANTARA) - Wakil Direktur Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Bidang Pengembangan Ekosistem Subnasional Handoko Widagdo mengatakan pengembangan literasi di Kabupaten Malinau menjadi perhatian dan contoh nasional.
“Kabupaten Malinau kembali mendapat perhatian sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil mengembangkan gerakan literasi berbasis kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat.
Hal tersebut, kata dia, dibuktikan dengan dilaksanakannya Forum Konsultasi Publik Penyusunan Peta Jalan Revitalisasi Perpustakaan Sekolah dan Madrasah yang digelar oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Rabu (2/9).
“Kehadiran tim dari Bappenas, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Inovasi di Malinau bertujuan untuk belajar dari praktik baik yang telah dilakukan daerah dalam mengembangkan literasi,” katanya.
Menurut Wakil Direktur Inovasi yang programnya merupakan program kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia di bidang pendidikan dasar ini, Malinau memiliki pendekatan menarik karena pengembangan literasi tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana baru, tetapi mampu memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia.
“Di Malinau, kami melihat contoh yang sangat baik. Program literasi tidak dimulai dari menunggu sarana dan prasarana lengkap, tetapi dari bagaimana memanfaatkan apa yang sudah ada,” ujar Handoko Widagdo.
Dia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan utama gerakan literasi di Malinau. Tidak hanya Dinas Pendidikan dan sekolah, masyarakat juga turut mengambil peran melalui keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
Kolaborasi antara sekolah dan TBM ia nilai mampu memberikan dukungan tambahan bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan dalam proses belajar.
“Dukungan Pemkab Malinau terhadap para pegiat literasi, baik melalui pembinaan maupun penganggaran, menjadi salah satu contoh sinergi yang diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain,” katanya.
Kepala Perpustakaan Amir Machmud, Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Moh Ilham A Hamudy mengapresiasi semangat masyarakat Kabupaten Malinau dalam mengembangkan TBM sebagai wadah peningkatan literasi anak-anak di daerah.
Ilham mengaku melihat langsung perkembangan literasi di Malinau melalui TBM, sebab ini bukan merupakan kunjungan pertamanya ke Malinau. Dia mengaku
“Sebelumnya saya sudah pernah ke Malinau pada Maret lalu dan kembali bertemu dengan para penggerak TBM di Jakarta pada Juli 2026,” kata Ilham.
Menurutnya, perjuangan para penggerak TBM di Malinau patut diapresiasi. Kondisi geografis yang menjadi tantangan karena jarak antardesa dan akses perjalanan yang tidak mudah tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghidupkan kegiatan literasi.
“Dengan segala keterbatasan dan geografis yang agak susah, karena dari satu desa ke desa yang lain membutuhkan perjalanan yang tidak mudah, mereka tetap datang untuk mengaktifkan TBM,” ujarnya.
Ilham juga mengaku terkesan dengan jumlah TBM yang berkembang di Kabupaten Malinau. Menurutnya, terdapat puluhan hingga lebih dari 100 TBM yang tersebar di wilayah tersebut.
Kondisi itu, kata dia, sebagai sesuatu yang menarik karena menunjukkan bahwa gerakan literasi di Malinau tumbuh dari masyarakat sendiri.
“Ini adalah gerakan dari bawah dan menjadi lebih masif karena bantuan dari pemerintah daerah dan teman-teman inovasi juga sangat mendukung kegiatan TBM untuk meningkatkan literasi di Kabupaten Malinau,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Malinau bangun ekosistem literasi melalui partisipasi semesta
Baca juga: Malinau libatkan desa dan RT percepatan penanggulangan TBC
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.