Pengaruh Psikologi Warna Hijau, Mengapa Bisa Menenangkan Pikiran yang Penat?

July 2026 ยท 3 minute read

Daftar Isi

Jakarta -

Warna memiliki pengaruh yang lebih besar dari sekadar mempercantik tampilan. Penelitian dalam psikologi warna menunjukkan bahwa warna dapat membangkitkan reaksi psikologis yang memengaruhi suasana hati dan emosi.

Salah satu warna yang paling sering dikaitkan dengan efek positif adalah hijau. Warna ini dianggap dapat membantu menciptakan rasa tenang serta mengurangi stres.

Dikutip dari laman Verywell Mind, berikut beberapa alasan mengapa warna hijau dapat memberikan efek menenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Memiliki Panjang Gelombang yang Lebih Pendek

Dalam psikologi warna, warna dengan panjang gelombang yang lebih panjang umumnya dianggap dapat membangkitkan semangat atau memberikan kesan hangat.

Sebaliknya, warna seperti hijau yang memiliki panjang gelombang lebih pendek cenderung dikaitkan dengan efek yang menenangkan dan memberikan kesan sejuk.

2. Hijau Memicu Respons Fisiologis Tertentu

Dalam studi lain di Britania Raya pada tahun 2013, tingkat ruang hijau yang lebih tinggi di kawasan perkotaan dikaitkan dengan tingkat stres yang lebih rendah serta penurunan hormon stres kortisol yang lebih baik.

Salah satu teori yang dikemukakan para ahli untuk menjelaskan hal ini adalah Stress Recovery Theory (SRT). Teori ini menyatakan bahwa paparan lanskap alami, seperti ruang hijau, memicu respons fisiologis otomatis yang menenangkan. Efeknya mencakup penurunan tekanan darah, penurunan detak jantung, hingga penurunan respons sistem stres, termasuk kadar kortisol.

3. Dikaitkan dengan Alam

Efek menenangkan dari warna hijau juga mungkin berasal dari hubungannya dengan alam, yang umumnya dipandang sebagai sesuatu yang menenangkan dan menyegarkan. Karena memiliki ikatan yang kuat dengan alam, manusia cenderung menganggap sesuatu yang berwarna hijau sebagai hal yang sehat dan alami.

Sebuah studi menemukan bahwa orang lebih cenderung menganggap permen dengan label hijau sebagai pilihan yang lebih sehat daripada permen dengan label merah. Istilah "hijau" juga diartikan sebagai sesuatu yang bermanfaat secara ekologis.

Makna dan Psikologi Warna Hijau Lainnya

Selain menenangkan, berikut beberapa efek psikologis lain dari warna hijau.

1. Warna Hijau Memotivasi

Meski sebagian orang menganggap hijau sebagai warna yang menenangkan, sebagian lainnya mengatakan bahwa hijau juga dapat memberikan motivasi. Sebuah studi menemukan bahwa orang dengan kebutuhan berprestasi tinggi lebih sering memilih warna hijau dibandingkan warna merah.

Sebaliknya, warna merah lebih banyak dipilih oleh mereka yang memiliki kebutuhan berprestasi lebih rendah. Dalam penelitian tersebut, peserta juga cenderung mengaitkan kata-kata yang berhubungan dengan kegagalan dengan warna merah, sedangkan kata-kata yang berkaitan dengan keberhasilan diasosiasikan dengan warna hijau.

2. Warna Hijau Memunculkan Perasaan Optimistis

Sebuah studi menyajikan daftar kata-kata yang bermuatan emosi dalam berbagai warna. Para peserta kemudian diminta mengingat kata-kata tertentu.

Mereka cenderung mengingat kata-kata positif yang ditulis dengan warna hijau. Hal ini membuat para peneliti berteori bahwa warna hijau memiliki konotasi emosional yang lebih positif. Dengan demikian, warna hijau mungkin memunculkan bias optimisme dalam proses mengingat informasi.

3. Warna Hijau Dikaitkan dengan Kesehatan

Secara umum, warna hijau memberikan citra kesehatan dan vitalitas. Banyak penelitian yang mengaitkan warna hijau dengan berbagai hasil yang menguntungkan. Misalnya, orang yang menghabiskan waktu di alam dan dikelilingi vegetasi hijau cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukannya.

4. Warna Hijau Meningkatkan Kreativitas

Empat eksperimen yang dilakukan pada tahun 2012 menunjukkan, melihat warna hijau secara singkat sebelum mengerjakan tugas kreatif mampu meningkatkan kinerja kreativitas. Efek tersebut terlihat saat warna hijau dibandingkan dengan wana akromatik (putih dan abu-abu) maupun warna kromatik (merah dan biru).

Penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016 pada 108 mahasiswa bisnis menunjukkan bahwa akses ke pemandangan alam, tanaman, dan warna hijau meningkakan kreativitas visual.

(elk/tgm)