Pengamat: Skuad Garuda perlu formula baru atasi Kamboja

July 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Pengamat sepak bola Indonesia Mohamad Kusnaeni menilai tim nasional sepak bola Indonesia, atau skuad Garuda, memerlukan formula baru untuk mengatasi timnas Kamboja pada Piala AFF 2026

"Pelatih John Herdman perlu menemukan formula baru dengan materi pemain yang ada. Termasuk perlu menyesuaikan rencana permainan untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada saat ini," kata Mohamad Kusnaeni ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Timnas Indonesia akan melakoni laga perdana dalam Piala AFF 2026 saat menghadapi Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7) pukul 20.30 WIB.

Laga menghadapi Kamboja, menurut Kusnaeni, tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi Indonesia meskipun peluang Indonesia menang cukup besar.

Kamboja datang dengan motivasi besar setelah kalah 1-2 dari Singapura akibat gol menit akhir. Kekalahan itu akan menjadi suntikan motivasi besar bagi mereka untuk berjuang lebih keras dan meraih hasil positif di laga kedua mereka.

Baca juga: Rekor Indonesia vs Kamboja: Indonesia menang 17 kali dan cetak 80 gol

Di sisi lain, timnas Indonesia tampil dengan wajah berbeda dibanding empat laga sebelumnya, di bawah asuhan pelatih asal Inggris Jhon Herdman.

"Ada banyak penyesuaian yang harus dilakukan karena banyak perbedaan materi pemain," katanya.

Menurutnya secara formasi, pelatih kemungkinan bisa tetap memainkan pola 3-4-3 atau 4-2-3-1 yang sering dipakai. Tetapi, detail taktik di setiap lini dan unit permainan akan berbeda.

Di lini depan, Kusnaeni menilai karakter Ole Romeny sangat berbeda dengan striker yang ada saat ini seperti Mitchell Baker dan Jens Raven. Baker dan Raven punya karakter penyerang "target man" yang menunggu umpan matang.

"Jadi formasi dan susunan pemain harus bisa maksimal untuk melayani Baker atau Raven," katanya.

Baca juga: Lima calon pemain debutan timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Kusnaeni menambahkan susunan pemain di lini belakang juga akan berbeda. Formasi pertahanan harus bisa dikawal agar bisa bermain tenang, percaya diri, dan disiplin walaupun kualitas lawan masih berada di bawah Indonesia.

"Indonesia berpeluang keluar sebagai pemenang jika bisa menjaga dua hal tersebut. Di depan harus lebih kreatif memasok bola matang bagi striker, di belakang tetap disiplin dan fokus," katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.