Penasehat Gianni Infantino Mundur karena FFE, PM Inggris Sebut FIFA Salah Pemimpin

July 2026 · 2 minute read

Hervin Saputra

| 31 Juli 2026, 20:03 WIB

Penasehat Gianni Infantino Mundur karena FFE, PM Inggris Sebut FIFA Salah Pemimpin

Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam sesi konferensi pers di sela Piala Dunia 2026, Juni 2026. X/ThePitchLine

AKURAT.CO, Pengaruh Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA sepertinya semakin goyah sehubungan dengan isu pelepasan saham organisasinya melalui proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).

Ini terindikasi melalui mundurnya penasehat senior Gianni Infantino  di bidang tata kelola dan strategi global FIFA, Carlos Cordeiro, Jumat (31/7/2026). Cordeiro menegaskan bahwa ia mundur karena tak setuju dengan FFE.

“Saya tidak bisa bertahan ketika FIFA mempertimbangkan untuk menjual saham Piala Dunianya,” kata Carlos Cordeiro sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya tidak terlibat dalam proposal ini, dan saya menentangnya secara tegas. Ini adalah kesepakatan buruk untuk anggota-anggota FIFA, kesepakatan buruk untuk sepakbola, dan kesepakatan buruk untuk masa depan jangka panjang olahraga ini.”

FFE dirancangan sebagai anak organisasi FIFA yang akan mengurusi sejumlah turnamen besar seperti Piala Dunia. Konon, investasinya datang dari perusahan di lingkaran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Gianni Infantino menyebut bahwa FFE baru sebatas proposal. Jika disetujui secara demokratis, katanya, setiap anggota FIFA bakal mendapatkan dana sebesar USD40 juta atau sekitar Rp723,28 miliar per tahun.

https://akurat.co/bola/878441/akui-dukung-proposal-ffe-erick-thohir-singgung-jasa-fifa-di-tragedi-kanjuruhan

Indonesia sendiri melalui Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungan terhadap proposal ini. Menurut Erick, dana dari FIFA akan membantu perkembangan sepakbola Indonesia.

“Mereka (FIFA) telah berinvestasi dengan mendirikan kantor di Jakarta dan berkontribusi langsung dengan anggaran satu hingga dua juta Dolar per tahun untuk kawasan Oseania dan Asia Tenggara,” kata Erick Thohir. 

Pun demikian, tentangan tampaknya cukup besar terhadap inisiatif Infantino ini. Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA), Asia (AFC), dan Amerika Utara-Tengah-Karibia (Concacaf) keras menolak.

Terakhir, bahkan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burham, menyatakan secara terbuka bahwa Infantino tidak layak memimpin FIFA merujuk pada polemik FFE.

“Ini usulan yang keterlaluan,” kata Andy Burham.“Pikiran bahwa ini bisa diajukan menunjukkan bahwa, dalam pandangan saya, (Infantino) adalah orang yang salah untuk memimpin organisasi (FIFA).”

Sejumlah pihak menyebut bahwa proposal ini berkait dengan pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031 pada kongres yang akan digelar pada Maret mendatang di Rabat, Maroko.