Pemprov Kaltim-akademisi matangkan strategi komunikasi reduksi emisi

July 2026 · 2 minute read

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama kalangan akademisi tengah mematangkan strategi komunikasi dan desain edukasi publik untuk mendongkrak kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam program pembangunan rendah karbon dan pengurangan emisi.

Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim Daddy Ruhiyat di Samarinda, Rabu, menegaskan bahwa komunikasi memegang peran krusial dalam menyukseskan program reduksi emisi tersebut.

Materi komunikasi yang disusun harus mampu menyampaikan pesan secara sederhana agar mudah dicerna publik.

Baca juga: Menteri LH usulkan penjualan reduksi emisi terverifikasi dukung TFFF

"Keberhasilan program pengurangan emisi tidak hanya ditentukan oleh aksi di lapangan, tetapi juga dari bagaimana informasi tersebut dipahami masyarakat. Oleh karena itu, materi edukasi harus jelas, menarik, dan mampu mendorong keterlibatan semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujar Daddy saat membuka kegiatan penyusunan materi komunikasi program pengurangan emisi Kaltim.

Daddy menambahkan agenda ini merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pesan terkait pengurangan emisi, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan pembangunan rendah karbon tersampaikan secara efektif.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi dukungan komunikasi dan penjangkauan proyek Enhancing Access to Benefits while Lowering Emissions (EnABLE) FCPF Kaltim.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mulawarman melalui Tim Kelompok Kerja Perhutanan Sosial dengan Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Mardiasih menyampaikan bahwa komunikasi publik merupakan instrumen vital dalam mengawal program strategis pemerintah, khususnya penurunan emisi di Benua Etam.

"Materi komunikasi harus informatif, sederhana dan mudah dipahami. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan menjadi kunci agar pesan ini tersebar luas dan berdampak nyata pada kesadaran publik," tutur Mardiasih.

Baca juga: Pontianak ditunjuk kota percontohan reduksi emisi gas rumah kaca

Baca juga: Pemanfaatan limbah cair sawit jadi listrik bisa reduksi emisi metana

Melalui forum diskusi ini, para peserta memberikan berbagai masukan komprehensif terhadap desain materi komunikasi, baik dari aspek substansi, tata bahasa, maupun visual. Hasil bedah materi ini akan menjadi dasar penyempurnaan sebelum nantinya diproduksi dan disebarluaskan dalam berbagai giat penjangkauan Program EnABLE FCPF Kaltim.

Melalui media edukasi yang efektif ini, masyarakat diharapkan makin paham akan pentingnya kelestarian hutan dan pembangunan rendah karbon di Kaltim.

Pewarta: Arumanto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.