Pemkot Mataram sebut proyek pengelolaan limbah terpusat terkendala kompensasi warga

August 2026 · 2 minute read

Mataram (ANTARA) - Proyek pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (SPAL-DT) senilai Rp700 miliar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkendala persoalan kompensasi bagi warga yang tempat usahanya terdampak penggalian untuk pemasangan jaringan pipa.

"Terutama warga yang memiliki tempat usaha, karena harus ditutup sementara akibat adanya proyek penggalian jalan untuk pemasangan instalasi pipa SPAL-DT," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning di Mataram, Selasa.

Anggaran proyek yang ditangani langsung oleh pemerintah pusat bersumber dari pinjaman Asian Development Bank (ADB), sementara kegiatan dikerjakan oleh salah satu BUMN dan saat ini penggalian sedang berjalan di beberapa titik.

Namun dalam pengerjaan penggalian pemasangan pipa ternyata rawan dikeluhkan warga, imbuh dia, sebab ada warung atau toko di depan rumah warga dan warung harus tutup sementara, mereka meminta harus ada kompensasi.

Kompensasi diminta sebagai ganti rugi warga karena tidak berjualan selama pemasangan pipa SPAL-DT.

Kompensasi tersebut bukan untuk seluruh warga yang rumahnya dilalui oleh pengerjaan pemasangan pipa, tetapi yang tempat usahanya terkena dampak pengerjaan, seperti di gang atau jalan yang ada warga berjualan kecil-kecil, dimana mereka harus tutup sementara akibat penggalian tersebut.

"Itu yang menjadi keluhan dasar, tapi semoga apa yang menjadi masukan warga bisa segera akomodasi dan proyek lancar dimulai," ucapnya.

Lale tetap mengingatkan warga bahwa dalam pelaksanaan proyek tidak mudah untuk membayar kompensasi sebab besaran kompensasi yang akan diberikan harus dihitung melalui tim apraisal (penaksir harga) yang ditunjuk kementerian.

"Tim apraisal dari kementerian melalui balai di sini untuk menghitung kerugian, baru kemudian bisa dibayar sesuai dengan harga yang ditetapkan," ujarnya.

Lebih jauh Lale memastikan Dinas PUPR tidak terlibat dalam pengerjaan proyek SPAL-DT, karena pihaknya hanya melakukan pendampingan dan menjembatani dengan pihak kecamatan dan kelurahan.

Untuk pengerjaan pemasangan pipa saat ini sedang berlangsung di wilayah Ampenan meliputi Kampung Banjar, Daya Peken, dan lainnya, dan pada tahun 2026 ditargetkan untuk pengerjaan 4.500 sambungan SPAL-DT.

Sementara sesuai dengan perencanaan, SPAL-DT akan dipasang sebanyak 13.500 sambungan yang ditargetkan tuntas dikerjakan sampai tahun 2027. Tapi untuk tahap pertama pada tahun 2026 ditargetkan pemasangan 4.500 sambungan.

Pembangunan IPAL komunal untuk mengelola limbah rumah tangga secara terpusat bertujuan menciptakan sistem sanitasi yang baik dan aman di Kota Mataram dengan mengolah limbah rumah tangga secara terpadu.

Tahapan pertama, proyek itu dimulai dengan pengujian coba di wilayah Ampenan dan Sekarbela, kemudian dikembangkan ke empat kecamatan lainnya.

"Adapun manfaatkan yang bisa dirasakan dengan adanya IPAL komunal, Kota Mataram diharapkan menjadi kota yang lebih modern dan higienis," pungkas Lale.

Pewarta : Nirkomala
Editor: Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026