Pemkab Tanjung Jabung Barat dorong daur ulang sampah berbasis ekonomi - ANTARA News Jambi

September 2026 · 2 minute read

Tanjab Barat, Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Jambi, mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui pola daur ulang material secara efektif supaya mampu menciptakan produk bermanfaat dan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.

"Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan pengumpulan dan pengangkutan, sampah harus dipandang sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai ekonomi dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat," kata Wakil Bupati Tanjab Barat Katamso di Kuala Tungkal, Kamis.

Ia mencontohkan inovasi pengolahan sampah daur ulang menjadi bahan bangunan (paving block) yang telah dilakukan masyarakat di wilayahnya.

Pengelolaan sampah tidak boleh berorientasi hanya pada pengumpulan dan pengangkutan, tetapi harus diarahkan menjadi bagian dari ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Menurut dia, hal tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan didukung sarana yang memadai.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat turut berdampak terhadap peningkatan timbulan sampah.

Dengan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar 5,21 persen, timbulan sampah diperkirakan mencapai 5,5 ton per hari, sementara yang mampu ditangani baru di angka 33 persen.

Untuk itu, Katamso meminta pemerintah pusat ikut mendukung program pemanfaatan sampah di daerah melalui sarana pengolahan yang baik.

Termasuk pembentukan dan pengembangan kelompok masyarakat di sejumlah kecamatan agar mampu mengelola dan memanfaatkan sampah secara mandiri serta berkelanjutan.

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan rencana pembangunan depo sampah di kawasan pintu masuk ibu kota kabupaten (Kuala Tungkal) atau di sekitar terminal.

Depo tersebut nantinya akan menjadi tempat pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Keberadaan depo diharapkan membuat sistem pengangkutan sampah lebih efektif dan efisien. Pemkab juga mempertimbangkan pola kerja sama atau penyewaan kendaraan pengangkut sebagai alternatif untuk menjaga kesinambungan pelayanan persampahan.

"Di balik pertumbuhan ekonomi tersebut terdapat konsekuensi yang harus kita kelola bersama, salah satunya mengurangi timbulan sampah," ujar dia.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.