Pemkab Tanimbar Maluku perkuat pengendalian DBD dan Malaria - ANTARA News Ambon, Maluku

July 2026 · 2 minute read

Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria sebagai langkah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah itu.

Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ch. Ratuanak dalam keterangan yang diterima di Ambon, Selasa, mengatakan pengendalian penyakit menular tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dunia usaha, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

"Pengendalian DBD dan malaria membutuhkan komitmen bersama. Kesehatan masyarakat merupakan fondasi penting bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan, sehingga sinergi semua pihak harus terus diperkuat," katanya saat membuka Seminar Umum Program Pengendalian DBD dan Malaria.

Ia mengatakan kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan INPEX Masela Ltd. dan PT Medika Prakarsa Indonesia (MEDSA) dalam penyelenggaraan seminar bertema "Sinergi membangun fondasi kesehatan untuk pembangunan yang berkelanjutan".

Menurut Juliana, kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan serta pengendalian DBD dan malaria, khususnya penyakit yang dipengaruhi faktor lingkungan.

Ia menjelaskan keberhasilan pengendalian kedua penyakit tersebut sangat ditentukan oleh upaya promotif dan preventif, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran penyakit.

"Bukan hanya pengobatan yang penting, tetapi bagaimana masyarakat mampu melakukan pencegahan sejak dini agar angka kasus dapat terus ditekan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar mencatat hingga saat ini terdapat 351 kasus DBD, termasuk 34 kasus indigenous atau penularan lokal, sehingga diperlukan penguatan langkah pengendalian secara terpadu.

Juliana berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memperkuat kapasitas petugas kesehatan maupun kader di lapangan agar program pengendalian penyakit berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Manager Social Performance and Land Acquisition INPEX Masela Ltd Dian Fiana Ratna Dewi, Professional Health INPEX Masela Ltd dr. Agus Salim, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Ambon Agung Ardyanto, serta pakar kesehatan masyarakat Prof Tjandra Yoga Aditama.

Kegiatan itu juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, kader PKK, kader malaria, kepala puskesmas pembantu (Pustu), Polindes, serta pemerintah kecamatan dan desa di wilayah terdampak Proyek Abadi Masela.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan tersebut mampu menekan risiko penyebaran DBD dan malaria, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.