Pemkab Penajam petakan sumber air guna percepat padamkan kebakaran - ANTARA News Kalimantan Timur

September 2026 · 2 minute read

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terus melakukan pemetaan sumber air untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran di kabupaten setempat yang terjadi akibat musim kemarau yang saat ini masih berlangsung.

"Titik kebakaran tidak terkonsentrasi di satu lokasi, jadi dibutuhkan sumber air terdekat dari titik bencana," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila di Penajam, Jumat.

"Pemetaan terus dilakukan karena sumber air penting agar pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun permukiman dapat dilakukan dengan cepat," tambahnya.

Kalau titik kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, lanjut dia, air ditransfer menggunakan fleksibel tank dari titik terakhir yang bisa dicapai mobil pemadam.

Pemantauan titik panas (hotspot) yang muncul selama musim kemarau, kata dia, juga terus dilakukan untuk memastikan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, karena kondisi cuaca yang semakin kering membuat potensi kebakaran lebih mudah terjadi.

"Kemudian juga terus memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran permukiman, hutan, dan lahan," katanya.

Jenis yang terbakar beragam, mulai dari lahan mineral, gambut, semak belukar, hingga area perkebunan sawit, kata Nurlaila, sejauh ini petugas masih mampu mengendalikan api sebelum menjalar ke permukiman warga.

Tim gabungan Kabupaten Penajam Paser Utara hingga kini berhasil memadamkan karhutla yang menghanguskan kisaran 282,68 hektare lahan yang tersebar di sejumlah wilayah di kabupaten setempat.

Nurlaila merinci pemadaman karhutla yang dilakukan di wilayah Kecamatan Penajam seluas 162,32 hektare, Kecamatan Waru 23,28 hektare, Kecamatan Babulu 42,80 hektare, dan 54,28 hektare lahan di Kecamatan Sepaku.

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.