Pemkab Natuna imbau SPPG olah sisa makanan jadi pupuk organik
Senin, 27 Juli 2026 17:13 WIB
SPPG Batu Hitam di Natuna. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah itu mengubah sisa produksi pangan menjadi pupuk, guna mengurangi timbulan sampah organik.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Natuna Akmal Dusky di Natuna, Senin, mengatakan dari hasil temuan mereka SPPG di Natuna banyak menyisakan pangan segar tumbuhan jenis buah.
Hal ini diduga akibat buah-buah yang dibeli tidak bisa digunakan menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penerima manfaat, karena masih mentah.
Menurut dia, pemanfaatan sisa produksi perlu dilakukan agar tidak menjadi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kita arahkan jika masih layak dikonsumsi untuk didonasikan atau diolah menjadi pupuk organik," katanya.
Ia mengungkapkan bidangnya telah melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan sisa produksi pangan dari program MBG ke beberapa SPPG. Pada kegiatan itu para pengelola SPPG diberikan pemahaman tentang pemanfaatan sisa produksi.
Selain itu, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan mensosialisasikan pemanfaatan sisa makanan di sekolah-sekolah.
Tujuannya sama, yakni mengurangi timbulan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengelolaan limbah pangan secara berkelanjutan melalui prinsip pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang.
"Sejauh ini cukup banyak sisa produksi yang bisa dimanfaatkan. Misalnya, semangka yang setelah dibelah ternyata daging buahnya masih putih, sehingga tidak layak disajikan. Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.