Pemkab Lambar dan BKKBN perkuat kolaborasi percepat penurunan stunting

July 2026 · 3 minute read

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Program Bangga Kencana yang dirangkaikan dengan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-19 Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) di Aula Kagungan, Kompleks Pemkab Lampung Barat, Selasa.

Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin mengatakan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, penyuluh KB hingga masyarakat harus bergerak bersama agar anak-anak kita dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Mad Hasnurin sebagaimana dikonfirmasi dari Lampung Selatan.

Menurut dia, upaya pencegahan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui pendampingan keluarga, peningkatan kualitas sanitasi, pemenuhan gizi, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting, pada kegiatan tersebut diserahkan bantuan pembangunan lima unit jamban sehat dan 30 paket sembako.

Bantuan jamban sehat diberikan kepada keluarga penerima manfaat di Pekon Simpang Sari, Kecamatan Sumber Jaya, Pekon Puralaksana, Kecamatan Way Tenong, Pekon Sebarus dan Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balik Bukit, serta Pekon Tri Mekar Jaya, Kecamatan Bandar Negeri Suoh.

Sementara itu, bantuan sembako disalurkan kepada 30 keluarga berisiko stunting yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lampung Barat.

Mad Hasnurin mengatakan pembangunan jamban sehat merupakan salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi risiko stunting.

Selain itu, bantuan sembako diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga sehingga mendukung ketahanan pangan rumah tangga.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan menekan prevalensi stunting tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, pola asuh yang baik, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan.

Wakil Bupati juga mengapresiasi peran Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan penyuluh KB yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana di tengah masyarakat.

“Para penyuluh KB diharapkan terus menjadi sahabat masyarakat, menjadi penggerak perubahan, dan mendampingi keluarga agar semakin sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Soetriningsih mengatakan keberhasilan Program Bangga Kencana sangat bergantung pada peran penyuluh KB yang setiap hari berinteraksi langsung dengan keluarga di lapangan.

Menurut dia, penyuluh KB tidak hanya bertugas memberikan penyuluhan, tetapi juga melakukan pendampingan, penggerakan masyarakat, pelayanan, hingga pengembangan program untuk meningkatkan kualitas keluarga.

Ia menjelaskan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN terus memperkuat berbagai program prioritas atau Quick Wins, di antaranya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), TAMASYA, layanan konsultasi keluarga berbasis kecerdasan buatan GATI, serta SIDAYA sebagai bagian dari upaya mendukung prioritas pembangunan nasional.

“Soetriningsih menilai keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi profesi, kader pendamping keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial yang digagas IPeKB Kabupaten Lampung Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan bakti sosial tersebut, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, BKKBN, IPeKB, serta para pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.