Pemkab Kutim kembangkan parekraf berbasis pelestarian budaya - ANTARA News Kalimantan Timur

September 2026 · 2 minute read

Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) berbasis pelestarian budaya serta kesenian tradisional agar warisan budaya leluhur tetap langgeng hingga bisa dinikmati generasi mendatang.

“Pelestarian budaya dan seni tradisional tidak sekadar mempertahankan peninggalan masa lalu, namun juga terus tumbuh dan menjadi daya tarik guna memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi di Sangatta, Sabtu.

Ia menyebutkan bahwa kebudayaan merupakan modal penting dalam pengembangan pariwisata daerah, karena kekayaan budaya yang dikelola dengan baik akan mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif (ekraf) yang lebih luas.

Pelestarian budaya bukan hanya untuk menjaga apa yang telah diwariskan, tetapi untuk memastikan warisan tersebut tetap hidup, berkembang dan mampu memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Saat membuka Bimbingan Teknis Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional, Seni Tarsul dan Teater di Sangatta, Kamis (10/9), ia juga menyebut bahwa budaya yang terpelihara dengan baik pada akhirnya dapat memberikan manfaat ekonomi melalui sektor parekraf, sehingga berbagai kegiatan masyarakat dapat tumbuh di sekitarnya.

Mahyunadi mencontohkan sejumlah daerah mampu berkembang pesat karena memadukan kekuatan alam, budaya dan religi sebagai daya tarik wisata.

Oleh karena itu, Kutai Timur perlu lebih serius mengelola potensi kesenian tradisional yang dimiliki, termasuk seni Tarsul dan teater, agar tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi naik kelas menjadi produk budaya yang dikenal luas.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan kesenian tradisional harus menyeimbangkan antara menjaga kearifan lokal dan membuka ruang inovasi.

Tujuannya, kesenian tetap berakar pada jati diri budaya daerah, namun dikemas dengan kreativitas baru agar lebih mudah diterima dan menarik minat generasi muda maupun wisatawan.

"Budaya harus tetap memiliki akar, tetapi pengemasannya juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Keseimbangan antara menjaga keaslian dan menciptakan bentuk pertunjukan baru menjadi kunci agar kesenian tradisional mampu tampil dan dikenal di luar daerah," katanya menegaskan.

Selain aspek kreativitas, tata kelola lembaga kesenian yang profesional juga menjadi penekanan, karena dengan pengelolaan yang semakin rapi, kesenian tradisional akan mampu menjembatani antargenerasi, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Pewarta: Rahmad
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.