Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengerahkan alat berat untuk menggali embung di sejumlah tempat guna mendukung penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami siap mendukung penanganan karhutla salah satunya dengan penggalian embung,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama di Sampit, Selasa.
Ia menjelaskan dukungan tersebut dilakukan dengan melihat kebutuhan di lapangan terutama pada kawasan yang memerlukan tambahan sumber air untuk membantu petugas.
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan, Drainase dan Pertamanan Dinas SDABMBKPRKP Kotawaringin Timur Suhardiyono menambahkan penggalian embung dilakukan bertahap pada 12 tempat tersebar di sejumlah kawasan.
“Lokasi yang direncanakan dikerjakan bertahap, yakni Jalan Tjilik Riwut kilometer 9 dan kilometer 10, Jalan Jaksa Agung sisi kiri dan kanan, serta beberapa titik di Jalan Lingkar Utara,” katanya.
Lokasi lainnya di Jalan Lingkar Utara kawasan Pesantren Al Marhamah, tikungan tajam setelah gardu induk, ujung Jalan Bumi Raya, dan dekat muara Jalan Bumi Raya.
Dua lokasi juga berada di Jalan Lingkar Selatan, yakni dekat perumahan Bundaran Balanga dan dekat Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta satu tempat lainnya di Jalan Bawi Jahawen.
Suhardiyono menerangkan pengerjaan di sejumlah lokasi mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan karhutla sehingga tidak seluruh tempat dapat dikerjakan bersamaan.
Salah satu pekerjaan yang telah dilakukan yakni pengerukan parit untuk embung darurat di Jalan Bawi Jahawen, simpang Jalan Pelita Barat, dengan panjang pengerjaan sekitar delapan meter.
“Pengerukan parit untuk embung darurat di Jalan Bawi Jahawen simpang Jalan Pelita Barat sudah dikerjakan sepanjang delapan meter, namun saluran airnya tidak bisa dilanjutkan karena lumpurnya kembali lagi,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala teknis yang harus diperhatikan dalam pengerjaan saluran air di lapangan, khususnya ketika kondisi tanah dan aliran air tidak memungkinkan untuk dilakukan pengerukan lebih panjang.
Dinas SDABMBKPRKP juga mengerahkan alat berat ke Jalan Tjilik Riwut kilometer 8. Pengerahan alat berat di lokasi tersebut ditujukan membantu pengerukan sekaligus membuat penyekatan agar pergerakan api dapat dikendalikan.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.