Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalbar mendorong Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) juga dirasakan desa yang memiliki keterbatasan akses, sehingga manfaat program prioritas pemerintah tersebut dapat merata.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, cakupan MBG menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
“Karena ini program Presiden. Semoga nanti juga sampai ke desa, karena kita fokus ke daerah 3T,” kata Sebastianus Darwis di Bengkayang, Jumat.
Menurutnya, pelaksanaan MBG di daerah memerlukan dukungan dan koordinasi lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan dan desa. Hal tersebut penting karena karakteristik wilayah Bengkayang yang luas membuat distribusi makanan bergizi tidak selalu mudah dilakukan.
Sebastianus mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dapat menghambat perluasan program tersebut.
Salah satu permasalahan yang masih muncul adalah ketersediaan dan harga bahan baku. Kondisi tersebut perlu dicarikan solusi agar kebutuhan bahan pangan untuk pelaksanaan MBG dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain itu, penyelenggara MBG juga harus berbagai persyaratan dan sertifikasi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum memenuhi layanan dapat disebarkan ke wilayah lainnya.
“Ini perlu kita dukung bersama, termasuk dari kecamatan sampai desa, supaya pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pelaksanaan MBG di sejumlah wilayah Bengkayang juga menghadapi tantangan akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap dan kondisi di lapangan sempat mengganggu distribusi MBG sehingga layanan di sejumlah wilayah harus dihentikan sementara.
Pemkab Bengkayang menilai perluasan MBG ke wilayah 3T tidak hanya memerlukan peningkatan penerima manfaat, tetapi juga kesiapan rantai pasok, penyedia bahan pangan, sarana distribusi dan sumber daya pelaksana di tingkat lokal.
Oleh karena itu, pemerintah daerah melibatkan desa dan masyarakat dalam mendukung terlaksananya program, termasuk memastikan ketersediaan bahan pangan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan menu MBG.
Sebastianus berharap pelaksanaan MBG secara bertahap dapat menjangkau seluruh wilayah Bengkayang, khususnya daerah yang selama ini menghadapi kendala akses.
Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.