Pemkab Bekasi salurkan 2,78 juta liter air bersih ke warga terdampak kekeringan - ANTARA News Megapolitan

July 2026 · 2 minute read

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan 2,78 juta liter air kepada warga terdampak kekeringan di sembilan wilayah kecamatan sebagai langkah strategis mencegah krisis air bersih sejak kemarau melanda daerah itu pada awal Juni 2026.

"Distribusi sejak 10 Juni 2026 dan terus dilakukan secara intensif ke wilayah-wilayah terdampak. Dari data kami per Senin 27 Juli pukul 22.00 WIB, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 2.786.300 liter," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis di Cikarang, Selasa.

Ia menjelaskan distribusi menyasar 80 titik lokasi krisis air bersih yang tersebar di 21 desa pada sembilan wilayah kecamatan, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 9.537 Kepala Keluarga (KK) atau 28.450 jiwa.

Di Kecamatan Cibarusah, ada 20 titik terdampak kekeringan yang tersebar di Desa Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, Cibarusah Kota dan Sirnajati. Sebanyak 13 titik berlokasi di Kecamatan Serang Baru meliputi Desa Nagasari, Nagacipta, dan Sukasari.

Selanjutnya Kecamatan Bojongmangu dengan total 30 titik terdampak yang tersebar di Desa Sukabungah, Medalkrisna, Karangmulya, Sukamukti, Karang Indah, dan Desa Bojongmangu. Tiga titik Kecamatan Cikarang Selatan yakni Desa Sukadami dan Desa Serang.

Muchlis menyatakan skema penyaluran bantuan melalui armada BPBD maupun organisasi kemanusiaan dan swasta sedangkan pasokan air bersih diambil dari kantor-kantor pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi terdekat serta bantuan yang bersumber dari CSR perusahaan.

Pihaknya memastikan penyaluran ini akan terus dilakukan sepanjang musim kemarau masih berdampak terhadap sulitnya warga mengakses air bersih. Bantuan dari berbagai pihak juga dibutuhkan agar penanganan krisis air bersih berjalan semakin optimal.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini masih semangat untuk bergotong royong membantu warga. Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, BBWS, serta CSR kawasan industri maupun organisasi kemanusiaan. Sinergi ini sangat dibutuhkan guna mencegah krisis air bersih, memastikan masyarakat terpenuhi kebutuhan dasarnya," katanya.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.