Pemkab Bekasi respons aspirasi petani wilayah utara normalisasi saluran BKG - ANTARA News Megapolitan

July 2026 · 2 minute read

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, merespons aspirasi petani wilayah utara dalam penanganan normalisasi saluran Bendung Kedung Gede (BKG) 15-25, untuk memastikan kelancaran distribusi air ke persawahan sekaligus antisipasi kekeringan yang dapat mengancam produktivitas pertanian.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat menerima audiensi ratusan petani wilayah utara menegaskan, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melihat langsung dan mengidentifikasi berbagai kendala yang menghambat kelancaran aliran air untuk kebutuhan aktivitas pertanian.

"Makanya besok kami mau lihat di wilayah Pebayuran dan kita langsung survei apa saja sih kendalanya," kata Asep, di Cikarang, Senin.

Dia mengatakan para petani secara umum menyampaikan aspirasi terkait penanganan dan normalisasi saluran sekunder dari BKG 15-25 yang dinilai penting untuk memastikan kelancaran debit air dan ketersediaan pasokan yang berdampak bagi lahan persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

"Seperti yang tadi disampaikan bahwasanya ada sedimentasi serta banyak sampah. Kalau memang perlu dilakukan normalisasi, tadi disampaikan bahwa dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) siap menurunkan alat berat untuk membantu proses normalisasi," ujarnya.

Selain persoalan sedimentasi dan sampah, pihaknya juga akan melihat kondisi fisik saluran dimaksud. Perbaikan menjadi skala prioritas apabila terdapat kerusakan yang memang membutuhkan penanganan dan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Andai kata misalkan ada saluran irigasi yang memang rusak, kita akan prioritaskan di APBD Perubahan. Jadi besok kita akan mengakumulasi mana saja yang mungkin nanti akan kita kerjakan," katanya pula.

Menurut Asep, penanganan saluran irigasi di wilayah utara Kabupaten Bekasi sangat krusial untuk segera ditindaklanjuti mengingat kondisi saluran itu berdampak terhadap sedikitnya 3.000 hektare lahan pertanian di beberapa wilayah kecamatan.

"Sehingga nanti akan kita lihat di BKG 15-25 sepanjang 10 kilometer itu. Jika memang perlu normalisasi, maka akan kami tindaklanjuti untuk normalisasi," kata dia lagi.

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.