Pemkab Batang menyiagakan pompa air cegah kekeringan lahan pertanian

July 2026 · 2 minute read

Pemkab Batang menyiagakan pompa air cegah kekeringan lahan pertanian

Senin, 20 Juli 2026 16:52 WIB

Image Print

Petani di Kabupaten Batang sedang mengairi lahan pertanian dengan menggunakan pompa air, di Batang, belum ini, (ANTARA/HO-Humas Pemkab Batang)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menyiagakan pompa air yang tersebar di 50 desa sebagai upaya mencegah kekeringan lahan pertanian di musim kemarau ini.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang Sutadi di Batang, Senin, mengatakan bahwa langkah ini sebagai bagian dari mitigasi dini agar produktivitas sektor pertanian tetap terjaga terutama menjelang musim tanam ketiga dan kemungkinan memasuki musim tanam keempat.

"Berbagai upaya preventif telah kami lakukan seperti rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pembangunan sarana konservasi air, memberikan dampak positif dalam menjaga pasokan air di lahan pertanian," katanya.

Menurut dia, kondisi pertanaman padi dengan luas tanam mencapai 4.390 hektare masih dalam kondisi aman dan belum ada laporan lahan kekeringan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Pemerintah daerah, kata dia, pada tahun ini sudah cukup banyak menangani masalah irigasi agar dapat menjadi langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino maupun musim kemarau panjang.

Ia yang didampingi Sekretaris Syam Manohara mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti peringatan dini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait potensi musim kemarau yang lebih panjang.

"Kami sudah mempersiapkan berbagai langkah menghadapi musim tanam ketiga bahkan kemungkinan musim tanam keempat, terutama untuk mengantisipasi potensi kekeringan di sejumlah wilayah," katanya.

Menurut dia, salah satu strategi utama yang disiapkan untuk mengantisipasi lahan kekeringan adalah optimalisasi pemanfaatan pompa air yang telah ditempatkan di 50 desa rawan kekeringan.

Selain pompa air yang berada di desa-desa, kata dia, pihaknya juga menyiapkan sejumlah pompa cadangan untuk digunakan apabila terjadi kondisi darurat.

Ia memetakan tujuh kecamatan sebagai wilayah yang memiliki potensi lebih tinggi terdampak lahan kekeringan seperti Kecamatan Pecalungan, Reban, Tersono, Bawang, Wonotunggal, Bandar, dan Blado.

"Wilayah tersebut didominasi kawasan perbukitan dan lahan tadah hujan yang lebih rentan mengalami penurunan ketersediaan air saat musim kemarau. Oleh karena itu, kami mengimbau para petani tidak memaksakan masa tanam apabila ketersediaan air irigasi belum mencukupi," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang sebut realisasi investasi semester I Rp6,1 triliun

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.