Pemkab Barut tingkatkan kapasitas perajin dengan modifikasi kulit dan anyaman rotan
Rabu, 9 September 2026 19:43 WIB
Ketua Dekranasda Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin didampingi Kadis Nakertranskop UKM Agus Siswadi menyerahkan materi pelatihan usai pembukaan pelatihan kerajinan rotan di Muara Teweh, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, tingkatkan kapasitas dan daya saing perajin tergabung dalam Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan.
"Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk meningkatkan UMK, khususnya yang bergerak di bidang kerajinan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara Agus Siswadi di Muara Teweh, Rabu.
Menurut dia, pelatihan yang diikuti 25 UMK ini mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memodifikasi serta mengembangkan produk berbahan dasar anyaman rotan yang dipadukan dengan kulit.
“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan keterampilan, wawasan, kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar rotan dan kulit,” katanya.
Dia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara langsung oleh peserta untuk mengembangkan usaha yang sudah dijalankan maupun membuka peluang usaha baru.
“Dengan adanya keterampilan ini, kita berharap peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas, menarik dan memiliki nilai jual. Pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha,” jelasnya.
Agus juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan produk kerajinan lokal. Menurutnya, perpaduan antara anyaman rotan dan bahan kulit dapat menghasilkan produk yang lebih beragam dan memiliki tampilan modern, seperti tas, dompet, aksesoris maupun produk kerajinan lainnya.
Selain memberikan manfaat bagi pengembangan usaha, pelatihan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran melalui pengembangan kewirausahaan dan UKM.
“Peserta kami harapkan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif dan penuh semangat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh jangan berhenti di pelatihan, tetapi harus diterapkan dan dikembangkan dalam usaha masing-masing,” katanya.
Adapun narasumber dan pengajar berasal dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara serta praktisi atau pengrajin anyaman rotan dari Palangka Raya yang berkompeten dan berpengalaman dalam pengembangan kerajinan anyaman rotan.
“Kita ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi menjadi langkah nyata untuk melahirkan produk kerajinan lokal yang kreatif, inovatif, berkualitas dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Agus.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin mendorong para pelaku UMK untuk terus meningkatkan kualitas, desain, kreativitas dan inovasi produk kerajinan agar mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas.
Pelatihan lanjutan tersebut tidak sekadar bertujuan menambah keterampilan peserta, tetapi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki, terutama dalam menghasilkan produk berkualitas, memiliki desain menarik, kreatif dan inovatif.
“Karena ini merupakan pelatihan lanjutan, saya berharap kemampuan yang sudah dimiliki oleh para peserta dapat semakin ditingkatkan, terutama dalam hal kualitas produk, desain, kreativitas dan inovasi,” kata Maya.
Baca juga: Dekranasda Barito Utara promosikan kriya daerah di Makassar
Menurutnya, Barito Utara memiliki potensi bahan baku lokal yang luar biasa, terutama rotan dan kulit. Tantangannya adalah bagaimana bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang lebih modern, menarik, memiliki ciri khas daerah dan tentunya mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, pelaku UMK jangan berhenti hanya pada kemampuan membuat suatu produk, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang diminati dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Jangan berhenti hanya pada bisa membuat produk. Kita harus mampu membuat produk yang disukai pasar. Artinya, setelah pelatihan ini kita harus mulai berpikir tentang kualitas, desain, kemasan, pemasaran, termasuk bagaimana memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” kata Maya menjelaskan.
Maya berharap produk kerajinan yang dihasilkan masyarakat Barito Utara tidak hanya digunakan sendiri atau dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi mampu menembus pasar di luar daerah hingga pasar nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat naik kelas, mandiri dan memiliki daya saing.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.