Pemkab Barito Utara dorong perajin rotan ciptakan produk bernilai jual

September 2026 · 3 minute read

Pemkab Barito Utara dorong perajin rotan ciptakan produk bernilai jual

Kamis, 10 September 2026 16:30 WIB

Image Print

Hasil dari modifikasi kulit dan anyaman rotan yang dikerjakan oleh para peserta pelatihan pada saat mengikuti pelatihan, di tepian kolam Barakati Muara Teweh, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, meminta perajin rotan yang tergabung dalam Usaha, Mikro dan Kecil (UMK) mengikuti pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan di daerah setempat menciptakan produk bernilai jual.

“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan keterampilan, wawasan, kreativitas dan inovasi para pelaku usaha dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar rotan dan kulit,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara Agus Siswadi di Muara Teweh, Kamis.

Menurut dia, pelatihan ini dirancang agar pelaku UMK tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Anyaman rotan, kata dia, tidak hanya dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan tradisional. Melalui kreativitas dan inovasi, bahan lokal tersebut dapat dipadukan dengan kulit untuk menghasilkan produk dengan desain yang lebih modern dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

"Potensi itulah yang coba dikembangkan pemerintah daerah melalui pelatihan lanjutan modifikasi kulit dan anyaman rotan tahun ini diikuti 25 pelaku usaha mikro dan kecil," kata Agus.

Agus mengatakan, kegiatan ini diikuti peserta dari sentra kerajinan rotan yakni Kecamatan Teweh Timur dan Kecamatan Gunung Purei. Dari Kecamatan Teweh Timur, peserta berasal dari Desa Benangin I, Benangin II dan Benangin III masing-masing satu orang, serta Desa Liju dan Desa Sei Liju masing-masing satu orang.

Sedangkan dari Kecamatan Gunung Purei, peserta berasal dari Desa Lampeong I sebanyak satu orang, Muara Mea tiga orang, Payang tiga orang, Berong dua orang, Tambaba dua orang dan Baok tujuh orang.

"Para peserta mendapatkan pembekalan materi sekaligus praktik dari praktisi atau pengrajin anyaman rotan asal Palangka Raya yang memiliki pengalaman dalam pengembangan produk kerajinan berbahan dasar rotan," ujarnya.

Perpaduan anyaman rotan dan kulit menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan oleh para peserta.
Bahan tersebut dapat diolah menjadi beragam produk seperti tas, dompet, aksesoris dan berbagai jenis kerajinan lainnya.

“Dengan adanya keterampilan ini, kita berharap peserta mampu menghasilkan produk yang berkualitas, menarik dan memiliki nilai jual. Pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha,” jelasnya saat mengunjungi peserta pelatihan di hari kedua didampingi Ketua DWP Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara.

Agus mengatakan, pelatihan modifikasi kulit dan anyaman rotan ini juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan program 11.12 GASPOL Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha dan peningkatan produktivitas.

Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.