Jakarta -
Setelah puluhan tahun bisnis warung mie hokkien ternama, pemilik warung ini tutup usia. Kepergiannya meninggalkan kesedihan dan kenangan pada pelanggan setianya.
Banyak penjual makanan kaki lima legendaris yang populer di Singapura. Bahkan tidak sedikit usaha kuliner tersebut masih dikelola oleh generasi pertama.
Namun, berbagai kondisi sangat mungkin terjadi, menyebabkan sebuah warung makan legendaris berpindah generasi hingga kesulitan bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal seperti itu baru terjadi pada sebuah gerai mie hokkien yang populer di Singapura. Setelah puluhan tahun berkarya membuat Hokkien Mee di Chomp Chomp Food Centre, pemilik Ah Hock Hokkien Noodles dikabarkan meninggal dunia pada usia 79 tahun, lapor asiaone.com (21/7).
Kabar tersebut dibagikan lewat unggahan Group Facebook Hokkien Mee Hunting pada Senin, 20 Juli oleh seorang pelanggan setia.
Awalnya pelanggan ini berencana mengunjungi warung tersebut untuk makan. Namun, ia mendapati warungnya tutup. Penjual yang berjualan di warung sebelahnya memberitahu kalau pemilik Ah Hock Hokkien Noodles telah meninggal dunia.
Warung ini sempat tutup dan ternyata dikabarkan jika pemiliknya baru saja meninggal dunia. Foto: Google Maps/GoAheadGroupFan)
Mendengar kabar tersebut, pelanggan anonim ini mengungkap, "Hati saya langsung sedih."
Pemiliknya Ng Hock Chuan dikenal sebagai salah satu keluarga yang mempelopori versi mi Hokkien ala Singapura.
Pelanggan setia menggambarkannya sebagai sosok yang tidak pernah pamer atau berisik, melainkan selalu ramah menyapa pelanggan dengan senyum tenang dan melakukan pekerjaannya dengan penuh konsentrasi.
Berbagai ucapan belasungkawa dilontarkan para penggemar setia.
Salah satunya mengucap, "Beristirahatlah dengan tenang, Paman. Terima kasih atas hidangan Hokkien mee yang tak terhitung jumlahnya, atas dedikasi yang Paman curahkan ke setiap wajan, dan atas warisan yang akan selalu dikenang dan dirindukan oleh banyak dari kita."
Pelanggan setia juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Pada masa sulit ini, pelanggan lain akan berbagi kenangan baik mereka di warung tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada penjual makanan kaki lima tersebut.
Ini dia tampilan mie hokkien legendaris racikan pemilik warung ternama itu. Foto: Michelin Guide Singapore
"Hokkien mie ini tak tertandingi di masa kejayaannya. Ini adalah tempat favorit saya selama bertahun-tahun, terutama ketika saya tinggal di daerah itu sepanjang masa remaja dan usia dua puluhan saya. Sampai sekarang saya belum menemukan yang bisa menandingi rasa aslinya," ujar seorang netizen.
Menurut Cnalifestyle.com (21/7), Ng Hock Chuan adalah putra keempat dari Ng Seng, salah satu dari dua bersaudara yang mulai membuat mie Hokkien ala Singapura. Pada tahun 1966, Ng Hock Chuan memulai usahanya sendiri dan mendirikan bisnis mie hokkien di sekitar area Serangoon Gardens. Barulah di tahun 80-an, ia mulai mengoperasikan kiosnya yang ada di Chomp Chomp Food Centre.
Warung ini terkenal dengan sajian mie goreng Hokkien favorit warga lokal. Terdiri dari mie kuning dan bihun tipis dengan udang, cumi, dan irisan daging babi. Harga per piringnya dibanderol S$4 (Rp 55.422) per porsi.
Warung mie Hokkien ini juga menarik pelanggan setia selama beberapa dekade dan telah tercantum dalam Michelin Guide Singapura sejak tahun 2018. Banyak pelanggan setia berharap usaha kuliner legendaris ini diteruskan oleh putra-putra Ng.
"Ini akan menjadi penghormatan yang pantas untuk seumur hidup yang dihabiskan di belakang wajan," ujar seorang netizen.
(aqr/adr)