Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan berupaya mempercepat restorasi dan revitalisasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan dalam upaya untuk melestarikan cagar budaya serta menjadikannya sebagai pusat kebudayaan yang berdampak bagi masyarakat.
"Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Rabu.
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berada di wilayah administrasi Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tapi pintu masuknya ada di wilayah administrasi Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Pemugaran candi-candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu, di kompleks Candi Prambanan masih menghadapi tantangan teknis.
Tantangan teknis terbesar yang dihadapi dalam upaya pemugaran candi adalah masalah ketersediaan material batu asli di lokasi candi.
Sebagian batu pembangun candi diperkirakan telah terdispersi, menyisakan antara 10 hingga 30 persen material asli di tiap titik candi.
Kondisi batu yang tersisa juga beragam, ada yang masih utuh, ada yang pecah, serta ada yang mengalami degradasi dan pelapukan akibat penggaraman serta pengaruh faktor lingkungan mikro.
"Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Menteri Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan sedang mematangkan kajian komprehensif mengenai restorasi kompleks Candi Prambanan dengan melibatkan ahli konservasi, arkeologi, dan teknik struktur.
Pemerintah membuka ruang kerja sama internasional dalam pelaksanaan restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan.
Pemerintah India sudah berkomitmen mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara di kompleks candi tersebut.
Sesuai dengan kaidah pemugaran yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), restorasi tiga perempat area candi akan dilakukan secara mandiri oleh tim ahli nasional Indonesia.
Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa pemugaran menyeluruh candi tidak hanya ditujukan untuk memulihkan bangunannya, tetapi juga untuk menghidupkan ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi yang dapat mendatangkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi, dari berbagai negara, wisatawan asing, dan juga dari domestik," katanya.
Dia berharap kompleks Candi Prambanan selanjutnya bisa menjadi warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Selain merestorasi dan merevitalisasi kompleks Candi Prambanan, pemerintah juga merencanakan restorasi Candi Sewu, kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
Candi Sewu berada di wilayah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.