Pelari jarak jauh Agus Prayogo putuskan gantung sepatu dari tim nasional - ANTARA News Bengkulu

July 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Pelari jarak jauh Indonesia Agus Prayogo memutuskan untuk gantung sepatu dari tim nasional (timnas) dan tak akan lagi mewakili Merah Putih dalam ajang multievent olahraga internasional ke depan, termasuk di Asian Games 2026 Prefektur Aichi-Nagoya, Jepang, pada September.

Hal ini dikatakan Agus saat ditanya ANTARA apakah dirinya sudah memutuskan pensiun, setelah pada SEA Games 2025 ia juga tak ambil bagian karena ia ingin melihat pelari-pelari jarak jauh muda untuk tampil demi kepentingan regenerasi.

"Kalau pensiun enggak juga, mungkin gantung sepatu dari tim nasional," kata Agus ketika ditemui ANTARA saat dirinya menghadiri acara jumpa pers PLN Electric Run 2026 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat.

Ia melanjutkan, untuk kegiatan sehari-harinya saat ini sudah berfokus di luar pelatnas. Ia tetap berlari jarak jauh di ajang-ajang lari di Indonesia, termasuk di PLN Electric Run 2026 pada 8 November mendatang di ICE BSD, Tangerang. Hal ini dilakukannya untuk tetap menjaga kesehatan, kata pria yang bulan depan berusia 41 tahun tersebut.

Kembali soal gantung sepatu dari timnas, Agus sudah memutuskan bahwa Asian Games 2022 yang digelar pada September-Oktober 2023 di Hangzhou, China, adalah multievent terakhirnya bersama Indonesia.

Di ajang itu, ia tak mendapatkan medali setelah hanya menempati posisi ke-13 dari 18 peserta lari maraton putra, dengan catatan waktu 2:20:53 atau tertinggal 7 menit 50 detik dari pemenang medali emas yang diraih atlet tuan rumah Jie He.

"Karena memang kemarin terakhir saya di Asian Games 2022 masih mendapatkan personal best. Akhirnya di SEA Games Thailand, harusnya saya masih bisa punya tiket untuk tampil, karena memang ada regenerasi, ada Robi Syianturi, ada Rikki Martin, akhirnya saya mengundurkan diri," jelas dia mengapa tak mengikuti SEA Games 2025 meski namanya terdaftar dalam timnas atletik Indonesia waktu itu.

"Dan otomatis kalau untuk Asian Games saya tidak bisa ikut karena diprioritaskan untuk peraih medali di SEA Games kemarin," tambah dia.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah sebenarnya ia masih bisa bersaing di level elite ajang-ajang internasional, Agus mengatakan dirinya masih bisa, namun ia kembali menegaskan bahwa ini sudah bukan waktunya lagi.

"Harusnya masih bisa, cuman ya saya pikir sudah lebih dari cukup ya, sekarang saatnya yang muda-muda," kata pelari kelahiran Bogor, Jawa Barat tersebut.

Meski saat ini sudah berada di luar pelatnas, Agus tak menutup peluang ia kembali ke sana, meski nantinya dengan peran baru, yaitu sebagai pelatih.

"Mungkin kalaupun masih mau nanti ya peluangnya menjadi pelatih di tim nasional gitu," kata Agus.

Adapun, Agus sendiri juga masih memegang rekor nasional untuk tiga nomor lari. Antara lain adalah nomor 3.000 meter, dimana dia masih menjadi yang terbaik dengan catatan waktu terbaik 8 menit 33,49 detik di Asian Games 2010 di Guanzhou, China.

Masih pada ajang yang sama, ia memiliki rekor nasional pada nomor 10.000 meter dengan catatan waktu 29 menit 25,77 detik.

Rekor nasional terakhirnya adalah pada nomor 5.000 meter di Military World Games, Rio de Janeiro, Brasil pada 2011 dengan catatan waktu 14 menit 02, 12 detik.

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.