Pekalongan tumbuhkan minat baca dan budaya literasi sejak dini
Jumat, 18 September 2026 00:41 WIB
Dinas Perpustakaan Kota Pekalongan menumbuhkan minat baca pada siswa PAUD di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar sekaligus sarana menumbuhkan minat baca dan budaya literasi masyarakat sejak dini.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan Kota Pekalongan Mahfud di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan menyimpan koleksi buku, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai arena belajar bagi berbagai jenjang pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi.
"Kami berharap perpustakaan bisa menjadi arena belajar. Jadi bukan hanya menyumbang atau menyediakan buku saja tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan belajar dan praktik," katanya.
Menurut dia, animo masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan juga terus menunjukkan peningkatan dari bulan ke bulan baik dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga mahasiswa.
Pemkot, kata dia, menyediakan buku-buku dan bacaan anak, kemudian mereka juga diajak senam bersama serta melihat video atau multimedia yang ada di perpustakaan.
"Hal ini, sebagai upaya kami agar dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan sehingga minat baca dan budaya literasi terus berkembang," katanya.
Kepala RA Muslimat NU Masyithoh 20 Bumirejo Kota Pekalongan Laili Muniroh mengatakan kunjungan ke perpustakaan telah diagendakan sejak awal tahun ajaran sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler.
Kegiatan tersebut, kata dia, bertujuan untuk mengenalkan literasi kepada anak-anak sejak usia dini supaya mereka suka membaca.
"Kami berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kegemaran membaca pada anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.