REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – A'wan Syuriah PCINU Amerika Serikat-Kanada, M Izzul Haq Dimyati berharap Ketua Umum PBNU yang baru terpilih dalam Muktamar ke-35 NU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, melanjutkan penguatan peran Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat internasional.
Menurut Gus Izzul, panggilan akrabnya, internasionalisasi NU yang dilakukan pada masa kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya telah memberikan capaian penting, terutama melalui berbagai forum dan diplomasi internasional.
"Saya mengapresiasi langkah Gus Yahya dalam menggelar internasionalisasi NU, yang memang luar biasa, mulai dari R20 dan sebagainya," ujar Izzul saat ditemui Republika.co.id di arena Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Namun, Gus Izzul menilai internasionalisasi NU ke depan perlu lebih banyak melibatkan aspirasi warga NU di tingkat akar rumput.
Menurut dia, penguatan peran global NU tidak cukup hanya melalui diplomasi elite, tetapi juga harus melibatkan jaringan NU yang berada di berbagai negara.
"Ke depannya kita berharap, siapapun ketumnya, akan terus melanjutkan internasionalisasi dengan baik, tapi dengan tetap memperhatikan aspirasi dan juga inspirasi dari kalangan arus bawah," ucapnya.
Dia mencontohkan persoalan Palestina sebagai salah satu isu yang selama ini menjadi perhatian warga NU. Menurut dia, terdapat aspirasi di kalangan akar rumput mengenai bagaimana NU menempatkan diri dalam berbagai persoalan global.
Gus Izzul menilai capaian internasionalisasi NU pada era Gus Yahya tetap merupakan sesuatu yang penting. Meski terdapat sejumlah hal yang masih menjadi bahan evaluasi, ia menyebut langkah tersebut berpotensi menjadi legasi penting bagi Gus Yahya.
"Pada waktunya nanti memang, apa yang dilakukan Gus Yahya ini akan menjadi legasi yang luar biasa bagi beliau, termasuk juga capaian-capaiannya," katanya.
Lebih lanjut, Gus Izzul juga berharap kepemimpinan Gus Kikin dapat melakukan penguatan atau hilirisasi terhadap agenda internasionalisasi NU.
Salah satunya dengan memperkuat peran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang tersebar di berbagai negara.
"Yang perlu ditingkatkan dari diplomasi Gus Yahya adalah melibatkan PCINU di level akar rumput," kata dia.