Sorong (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau berharap kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional (BGN) mampu mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang hingga kini belum seluruhnya terlayani.
"Pergantian pimpinan merupakan bagian dari evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin baik sesuai arah kebijakan Presiden," katanya di Sorong, Kamis.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Jakarta, pada 22 Juli 2026. Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri untuk menjalani perawatan medis.
Menurut Ahmad, Presiden tentu telah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan pimpinan baru untuk memimpin BGN sehingga program MBG dapat berjalan lebih efektif.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Program MBG Papua Barat Daya, ia menyatakan siap mendukung percepatan pelaksanaan program tersebut di daerah.
Ia berharap kepemimpinan baru BGN dapat mempercepat perluasan layanan sehingga anak-anak di wilayah terpencil Papua Barat Daya segera memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
"Harapan kami, masyarakat di daerah 3T yang hingga kini belum mendapatkan layanan MBG bisa segera menikmati program ini," ujarnya.
Ahmad menjelaskan masih terdapat sejumlah wilayah di Papua Barat Daya yang belum melaksanakan Program MBG karena masih dalam tahap persiapan.
Menurut dia, percepatan implementasi menjadi penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, penerima manfaat Program MBG di Papua Barat Daya saat ini mencapai 79.824 orang yang tersebar di enam daerah.
Jumlah tersebut meliputi Kota Sorong sebanyak 49.970 penerima, Kabupaten Sorong 13.289 penerima, Kabupaten Raja Ampat 10.637 penerima, dan Kabupaten Sorong Selatan 6.624 penerima.
Sementara itu, Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat hingga kini masih mempersiapkan pelaksanaan Program MBG sehingga belum masuk dalam cakupan layanan.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.