Paskibraka Kotim siap kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Minggu, 16 Agustus 2026 16:23 WIB
Bupati Kotim mengukuhkan anggota Paskibraka Kotim 2026 yang bertugas mengibarkan bendera pada HUT ke 81 RI, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Sebanyak 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, resmi dikukuhkan dan siap menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita telah melantik anggota Paskibraka yang nanti bertugas untuk mengibarkan bendera Sang Saka Merah Putih pada besok hari. Kita berdoa mudah-mudahan mereka dalam melaksanakan tugas yang berat namun mulia ini diberikan kesehatan dan keafiatan,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Minggu.
Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Gedung Futsal/Tennis Indoor Stadion 29 November Sampit. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kotim Irawati, Ketua DPRD Kotim Rimbun dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) lainnya.
Pengukuhan tersebut menjadi tahapan akhir sebelum para anggota Paskibraka menjalankan tugas kenegaraan dalam upacara kemerdekaan. Dari 70 anggota yang dikukuhkan, sebanyak 43 orang merupakan putra dan 27 orang putri.
Halikinnor menjelaskan, tugas sebagai Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan kepada generasi muda untuk mengambil bagian dalam momentum penting peringatan kemerdekaan.
“Kami berpesan agar seluruh anggota dapat menjaga kondisi kesehatan dan konsentrasi sehingga pelaksanaan pengibaran bendera berlangsung tertib, lancar dan khidmat sesuai harapan,” ucapnya.
Halikinnor menambahkan, pelaksanaan upacara HUT RI tahun ini berlangsung di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim dan memunculkan kabut asap, terutama pada pagi hari.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan optimisme pemerintah daerah terhadap pelaksanaan upacara. Petugas pemadam terus mengoptimalkan penanganan karhutla setelah pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla.
Ia menyebut kondisi kabut asap pada pagi hari sudah mulai berkurang dibanding sebelumnya. Selain itu, waktu pelaksanaan upacara yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dinilai menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran kegiatan.
“Memang saat ini kita sedang marak terjadi karhutla dan ada asap di pagi hari. Tapi kita ketahui kalau sudah jam 08.00 WIB biasanya udara sudah cukup bagus. Upacara kita juga tidak terlalu pagi, sekitar jam 09.00 WIB mulainya dan pada waktu itu biasanya kabut asap sudah hilang. Jadi, insya Allah itu tidak ada hambatan,” demikian Halikinnor.
Baca juga: Modifikasi cuaca digencarkan atasi kekeringan di Kotim
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kotim Rihel mengatakan setelah dikukuhkan, seluruh anggota Paskibraka secara resmi mengemban tugas pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara HUT ke 81 RI di Kabupaten Kotawaringin Timur.
“Besok mereka yang dikukuhkan inilah yang akan melaksanakan tugas pengibaran bendera saat upacara peringatan HUT RI yang akan dilaksanakan di lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit,” sebutnya.
Rihel menilai proses pembentukan Paskibraka tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan petugas pengibar bendera, tetapi juga membentuk karakter generasi muda melalui kedisiplinan, tanggung jawab, mental dan kepribadian.
Oleh sebab itu, ia berharap pengalaman selama menjalani pelatihan dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka untuk menerapkan nilai-nilai positif di lingkungan masing-masing setelah rangkaian peringatan kemerdekaan selesai.
“Ke depan harapan kami, mereka bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kotim, khususnya generasi-generasi muda. Memiliki mental dan kepribadian yang berkarakter Pancasila seperti yang telah mereka ikrarkan,” ujarnya.
Ia juga berharap para anggota Paskibraka mampu menjadi agen perubahan sekaligus teladan bagi lingkungan sekitar, sehingga pembentukan karakter yang mereka jalani dapat memberikan dampak lebih luas bagi generasi muda di Kotim.
Nilai-nilai kedisiplinan dan karakter Pancasila yang dibangun melalui proses pembinaan Paskibraka sejalan dengan kebutuhan menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Mereka diharapkan mampu membawa semangat tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga harapannya Indonesia Emas 2045 itu bisa terwujud,” demikian Rihel.
Baca juga: Bupati Kotim terapkan emansipasi wanita dalam kepanitiaan HUT Kemerdekaan
Baca juga: DPRD Kotim nilai pembangunan berkeadilan jadi pesan penting Presiden RI
Baca juga: DPRD Kotim kawal percepatan pemerataan listrik ke Pulau Hanaut
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.