Jakarta -
Telkomsat menyiapkan konektivitas berbasis satelit di 17 titik di Maumere, Ruteng, dan Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjaga akses komunikasi di wilayah yang jaringan telekomunikasi terestrialnya masih terdampak akibat gempa berkuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu
Solusi berbasis satelit tersebut menjadi salah satu langkah Telkom Group untuk mempercepat pemulihan konektivitas di wilayah terdampak bencana, terutama di lokasi yang infrastruktur jaringan daratnya belum sepenuhnya kembali beroperasi.
Telkomsat yang merupakan anak usaha Telkom ini mengoptimalkan kapasitas dan kapabilitas satelit untuk menghadirkan akses komunikasi di sejumlah lokasi yang masih dalam proses pemulihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengatakan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah titik membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap.
"Pemulihan infrastruktur di beberapa titik masih membutuhkan waktu dan dilakukan secara bertahap. Kami perlu memastikan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup bisa dikerahkan secara efektif untuk membantu proses tersebut, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Telkomsat," ujar Rachmad dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (17/8/2026).
Sementara itu, VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan konektivitas menjadi kebutuhan penting dalam situasi bencana, baik untuk komunikasi masyarakat maupun mendukung koordinasi penanganan di lapangan.
"Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, konektivitas menjadi kebutuhan yang sangat penting, baik bagi masyarakat untuk tetap berkomunikasi dan memperoleh informasi maupun bagi berbagai pihak dalam melakukan koordinasi penanganan di lapangan," kata Fino.
Disampaikannya, Telkomsat menargetkan dukungan konektivitas satelit dapat tersedia di 17 titik yang tersebar di Maumere, Ruteng, dan Larantuka.
Pemanfaatan satelit menjadi penting karena teknologi tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan kabel atau infrastruktur telekomunikasi terestrial. Dengan demikian, konektivitas dapat dihadirkan di lokasi yang jaringan daratnya masih mengalami gangguan.
Fino mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Telkomsat untuk memastikan teknologi satelit dapat memberikan manfaat langsung dalam kondisi darurat.
"Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan kapabilitas yang kami miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Telkomsat akan terus bersinergi bersama TelkomGroup dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung proses pemulihan," tuturnya.
Dukungan konektivitas satelit tersebut berjalan bersamaan dengan pemulihan infrastruktur telekomunikasi Telkom di wilayah terdampak.
Sejumlah ruas jaringan fiber optik, site BTS, dan infrastruktur lainnya telah dipulihkan dan kembali aktif. Tim teknis juga masih dikerahkan untuk mempercepat pemulihan jaringan di titik-titik yang belum sepenuhnya normal.
Selain pemulihan jaringan, perusahaan plat merah ini pun menyediakan posko internet gratis di sejumlah lokasi terdampak. Pelanggan Telkomsel juga dapat memanfaatkan Paket Darurat yang tersedia melalui kode *888*20#.
Telkom memastikan proses pemulihan dilakukan dengan tetap menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas.
(agt/afr)
TAGSLIHAT LAINNYA